Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Mojokerto, Ida Bagus Nugroho, menegaskan komitmen partainya untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus menyiapkan kader muda menghadapi agenda politik 2029.
Ida Bagus menyampaikan, setelah pelaksanaan Musyawarah Anak Cabang (Musancab), DPC PDI Perjuangan Mojokerto akan melanjutkan tahapan organisasi berikutnya, yakni Musyawarah Ranting (Musran) dan Musyawarah Anak Ranting (Musting). Ia menekankan pentingnya seleksi pengurus di tingkat ranting dan anak ranting karena dinilai menjadi fondasi partai ke depan.
“Prioritas kami setelah Musancab adalah mempersiapkan Musran dan Musting. Kami benar-benar selektif dalam mencari pengurus di tingkat ranting dan anak ranting, karena ini menjadi fondasi partai ke depan,” kata Ida Bagus saat menghadiri acara halal bihalal DPD PDI Perjuangan Jawa Timur di Hotel Shangri-La Surabaya, Minggu (12/4).
Ia menambahkan, proses konsolidasi internal partai di Mojokerto sejauh ini berjalan lancar dan demokratis. Menurutnya, seluruh keputusan telah melalui pembahasan di tingkat DPC tanpa kendala berarti.
“Alhamdulillah semua berjalan sesuai harapan. Prosesnya demokratis dan menjadi keputusan bersama di DPC,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Ida Bagus juga mengapresiasi pelaksanaan halal bihalal yang dinilai menghadirkan suasana kebersamaan antara kader partai dan masyarakat. Ia menyebut kegiatan tersebut sebagai momentum untuk merangkul berbagai elemen agar dapat berjalan bersama PDI Perjuangan.
“Nuansa kebersamaan sangat terasa. Ini momentum penting untuk merangkul semua elemen agar bisa bersama PDI Perjuangan,” katanya.
Ida Bagus menegaskan, kerja-kerja partai ke depan perlu lebih terukur dengan turun langsung ke masyarakat. Ia menyatakan hal itu sejalan dengan arahan Ketua Umum PDI Perjuangan agar kader selalu hadir di tengah rakyat, termasuk melalui advokasi.
“Partai harus hadir, memberikan advokasi, serta benar-benar menangis dan tertawa bersama rakyat,” tegasnya.
Ia menambahkan, regenerasi kader menjadi fokus utama DPC PDI Perjuangan Mojokerto sebagai langkah strategis menghadapi tantangan politik mendatang.