Mataram – Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) kembali memasang target kunjungan wisatawan pada 2025 sebanyak 2,5 juta orang, mencakup wisatawan nusantara maupun mancanegara. Target tersebut lebih tinggi dibanding angka yang dibebankan pemerintah daerah, namun Dispar NTB optimistis capaian dapat diraih seiring banyaknya agenda pariwisata yang digelar sepanjang tahun.
Kepala Dispar Provinsi NTB, Jamaluddin, menyampaikan target kunjungan wisatawan yang dibebankan pemerintah daerah pada 2025 berada di angka 1,7 juta orang. Angka itu, menurutnya, disesuaikan dengan ketersediaan anggaran promosi. Meski demikian, ia menilai tidak menjadi persoalan ketika pihaknya menargetkan capaian lebih dari 2 juta wisatawan.
Jamaluddin mengatakan Dispar NTB telah meluncurkan kalender event 2025 dengan total 58 agenda pariwisata. Puluhan event tersebut dipastikan akan dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi, pemerintah kabupaten/kota, serta mitra. Ia menyebut, pada tahun sebelumnya terdapat sejumlah event yang batal karena pemerintah daerah belum siap, terutama dari sisi pembiayaan.
“Rata-rata event yang dilaksanakan ini dilakukan oleh teman-teman EO dan tak ada dalam APBD. Sebagian besar tak dibantu APBD. Jadi saya lihat event-event ini benar-benar mencari sponsor,” kata Jamaluddin usai peluncuran Calendar of Event 2025 di Senggigi, Senin, 10 Februari 2025.
Ia menilai sektor pariwisata perlu terus didorong di tengah kebijakan efisiensi yang dilakukan pemerintah pusat maupun daerah. Menurutnya, penguatan pariwisata diharapkan memunculkan dampak berganda (multiplier effect) bagi sektor lain, seperti pertanian, peternakan, transportasi, dan bidang terkait lainnya.
Jamaluddin juga menyampaikan harapan agar akses wisatawan menuju NTB semakin mudah. Salah satu yang ia dorong adalah adanya penerbangan langsung dari Timur Tengah.
Dalam kalender event 2025, sejumlah agenda dijadwalkan berlangsung sejak Februari. Pada bulan tersebut antara lain Merumatta Coast Trail, Lombok Travel Mart, Maen Jaran, dan Festival Bau Nyale. Bulan Maret diisi Gelegar Pesona Khazanah Ramadhan 2025.
Pada April direncanakan Festival Lebaran Topat dan Festival Rimpu Mantika. Bulan Mei meliputi Wonderpreneur Festival (WPF), Rinjani 100 Marveolus Trail, serta Paragliding Accuracy World Cup.
Memasuki Juni, agenda yang tercantum antara lain Festival Betulak, Mataram Classic Fest, Festival Muharram, Festival Melala, dan Festival Betutulak. Bulan Juli mencakup Senggigi Lombok Fun Run, Festival Begawe Jelo Nyesek, MXGP Indonesia 2025, Alunan Budaya Desa, Mataram Culture Festival, Bejango Desa, serta Festival Film Sangkareang.
Pada Agustus, rangkaian kegiatan antara lain Mandalika Travel Mart, Sail Boat Race, Lombok Syariah Festival, Gili Festival 2025, Porche Carrera Cup Asia, Festival Warna-warni Kemerdekaan, Festival Mutiara Mataram, Festival Sangiang Api, Festival Kota Toea Ampenan, FIM Asia Road Racing Championship, Perang Timbung, serta Ballona Festival Kertasari.
Selanjutnya pada September dijadwalkan Masbagik Festival, Maulid Adat Bayan, Sail Indonesia, Nature Fest, Samota International Festival, dan Mandalika International Festival (MIF). Bulan Oktober diisi Merumatta Half Marathon, Internasional Paragliding Xcross Country, Senggigi Sunset Jazz, Table Top and Exhibitions (TABEX), Familiarization Trip of Substainnable (FAMOUS), MotoGP Mandalika 2025, Lombok Sumbawa Fair (LSF), Rinjani Travel Mart, serta Sembalun Mountain Festival.

