Direktorat SMA Kemendikdasmen membuka ajang pemilihan Duta SMA 2026 dengan mengundang talenta muda dari seluruh Indonesia untuk beradu gagasan melalui karya tulis dan konten digital. Program ini dirancang untuk menjaring siswa sekolah menengah atas yang dinilai memiliki visi kuat dalam memajukan pendidikan.
Pada penyelenggaraan tahun ini, peserta ditantang menunjukkan kepedulian terhadap isu-isu penting di daerah masing-masing. Penilaian tahap awal mengacu pada dua instrumen utama, yakni esai opini dan video profil yang dibuat secara kreatif.
Panitia menekankan esai bukan sekadar tulisan formal, melainkan ruang bagi siswa untuk menyampaikan argumentasi dan refleksi. Dalam ketentuannya, esai wajib mengangkat persoalan nyata di daerah asal peserta serta memuat rekomendasi solusi yang konkret.
Selain itu, karya yang dikirimkan harus murni buatan sendiri, tidak mengandung plagiasi, dan belum pernah dipublikasikan di media mana pun. Esai juga harus ditulis dalam Bahasa Indonesia yang baik dan benar sesuai EYD, dengan gaya opini, argumentatif, atau reflektif.
Melalui mekanisme seleksi tersebut, Direktorat SMA Kemendikdasmen mendorong siswa yang merasa memiliki gagasan dan solusi atas persoalan di lingkungan sekitar untuk menyalurkannya dalam bentuk tulisan dan video profil.