BERITA TERKINI
Dinas Pariwisata Bali Luncurkan Calendar of Events 2025, Berisi 54 Agenda untuk Dorong Kunjungan Wisatawan

Dinas Pariwisata Bali Luncurkan Calendar of Events 2025, Berisi 54 Agenda untuk Dorong Kunjungan Wisatawan

DENPASAR – Dinas Pariwisata (Dispar) Bali meluncurkan Calendar of Events atau kalender pariwisata Bali 2025 pada Selasa (21/1). Sebanyak 54 kegiatan yang masuk dalam kalender tersebut diharapkan dapat mendongkrak jumlah kunjungan wisatawan sekaligus mendorong wisatawan tinggal lebih lama di Bali.

Kepala Dispar Bali Tjok Bagus Pemayun, dikutip dari Kantor Berita Antara, mengatakan puluhan kegiatan itu disusun berdasarkan pengajuan dari kabupaten/kota serta komunitas di Bali. Menurutnya, kalender ini juga menjadi bagian dari penguatan pariwisata budaya melalui berbagai kegiatan yang digelar sepanjang tahun.

Dari total 54 kegiatan, sebanyak 45 di antaranya merupakan agenda budaya. Contohnya, pada Maret terdapat Pawai Ogoh-ogoh, April ada Mekotek, dan Juni digelar Pesta Kesenian Bali.

Dispar Bali juga memadatkan agenda di setiap bulan dengan kegiatan budaya, festival, hingga pertemuan internasional yang dapat dimanfaatkan wisatawan saat berkunjung. Pemayun menyebut agenda tersebut sekaligus menjadi peluang bagi asosiasi pemandu wisata.

Ia menjelaskan, perbedaan kalender pariwisata tahun ini dibanding tahun lalu tidak hanya pada adanya agenda baru atau beberapa kegiatan lama yang tidak dilanjutkan, tetapi juga pada upaya peningkatan kualitas. Pemprov Bali, kata dia, ingin dampak kegiatan yang sebelumnya dinilai belum besar—baik dari sisi pendapatan, pengeluaran, maupun dampaknya—dapat meningkat pada tahun ini.

Melalui pemetaan kegiatan tersebut, Pemprov Bali juga dapat menghitung jumlah wisatawan, terutama wisatawan asing yang tercatat, serta transaksi yang terjadi selama pelaksanaan berbagai agenda.

Rangkaian kegiatan dalam kalender 2025 antara lain pada Februari akan berlangsung 5th Multilateral Naval. Pada Maret terdapat Pawai Ogoh-ogoh, Omed-omedan, dan International Conference on Tropical Medicine and Infectious.

April diisi Semarapura Festival. Mei mencatat sejumlah agenda seperti Mekotek, Bali Spirit Festival, Ubud Open Studio, Ubud Food Festival, dan BTR Ultra 2025.

Juni menjadi salah satu bulan dengan agenda padat, di antaranya Bali International Film Festival Balinale, Lomba Layang-layang Soerkarno Cup, Bali and Beyond Travel Fair, Celuk Jewelry Festival, ITOP Forum, Tenganan Pegringsingan Culture Festival, Pesta Kesenian Bali, Wellness dan Beauty Expo, Makepung Kapolda Cup, Semarak Pandawa Festival, Tulamben Festival, serta Bali Jagadhita VI.

Pada Juli terdapat Penglipuran Village Festival, Lovina Festival, Jatiluwih Festival, Medewi Festival, Festival Layang-layang Bali, dan Festival Parade Gebogan.

Agustus memuat Ubud Village Jazz Festival, Nyalian Festival, Gianyar Layang-layang Festival, Bagununggul Village Festival, Barong Festival Superstar, Makepung Bupati Cup, Tanah Lot Art and Food Festival, serta Maybank Marathon.

September kembali menggelar Bali International Airshow, dilanjut Bali Rockin Blues Festival, Jembrana Jegog Festival, Mas Village Festival, dan Vegan Festival.

Oktober mencatat agenda Siat Geni, Nusa Penida Festival, Seraya Culture Festival, Sanur Village Festival, Bali Hockey Festival, Ubud Writers and Readers Festival, serta Festival Bali Jani.

Pada November terdapat Pemuteran Bay Festival, Makepung Jembrana Cup, dan Makepung Lampit. Sementara Desember diisi Festival Wisata Bahari, Denpasar Festival, Pandawa Beach Festival, dan Festival Taman Sukasada Ujung.