Palembang—Musisi Didit Leon menyoroti perkembangan tren musik yang terus berubah dari waktu ke waktu. Menurutnya, tren dalam musik cenderung berulang dan kembali populer dengan kemasan yang berbeda.
Dalam Program Musicpreneur Pro 2 Palembang, Jumat, 3 April 2026, Didit menjelaskan bahwa warna musik dari era tertentu kerap muncul lagi dengan nuansa baru. Ia mencontohkan tren musik 1980-an yang kembali terdengar di masa sekarang.
“Tren itu berulang, misalnya musik 80-an, sekarang muncul lagi,” ujarnya.
Didit juga menilai ada perubahan dalam cara tren tersebut hadir di Indonesia. Jika sebelumnya gaya musik seperti itu lebih banyak dikenal melalui musisi luar negeri, kini musisi Indonesia mulai mengadaptasinya.
“Dulu kita denger dari luar negeri, sekarang sudah dibawakan musisi Indonesia,” katanya.
Dalam kesehariannya, Didit mengaku menikmati berbagai genre musik, mulai dari pop rock hingga ballad. Ia menyebut kebiasaannya mendengarkan beragam genre turut menjadi bagian dari proses belajar dan pembentukan gaya bermusik.
“Aku suka pop rock atau ballad, dengerin macam-macam genre,” ungkapnya.
Didit menambahkan, sejak tahun 2000-an ia aktif menciptakan lagu sendiri dan terus berkarya hingga saat ini. Ia berharap karya-karyanya dapat dikenal lebih luas dan menembus industri musik nasional.
“Harapannya bisa terus berkarya dan go nasional,” tuturnya.
Selain berkarya, Didit juga berencana membuka kelas privat bagi pemula yang ingin belajar musik. Ia meyakini, di tengah tren yang terus berputar, musisi perlu tetap adaptif tanpa kehilangan karakter.
“Dengan terus berkarya, peluang untuk dikenal lebih luas akan selalu terbuka. Jadi, semangat untuk rekan-rekan musisi indie Palembang,” katanya.