Serial Korea Selatan Squid Game kembali menyita perhatian penonton di Indonesia lewat cerita menegangkan tentang permainan mematikan dan perjuangan bertahan hidup. Dalam musim ketiga, tokoh utama Seong Gi-hun dikisahkan kembali ke arena permainan dan menghadapi rangkaian tantangan baru yang menantinya.
Cerita menegaskan bahwa permainan tidak berhenti meski Gi-hun berada di titik paling kelam dalam hidupnya. Pada musim kedua, ia digambarkan berada dalam kondisi terendah secara fisik dan emosional, salah satunya karena duka atas kematian sahabatnya secara mendadak. Upaya pemberontakan yang ia lakukan juga berakhir dengan kegagalan.
Memasuki musim ketiga, Gi-hun dipaksa mengambil keputusan penting di tengah keputusasaan. Ia bersama peserta lain yang masih hidup kembali “dilemparkan” ke permainan yang dibuat semakin mematikan untuk menguji keteguhan mereka, dengan konsekuensi yang kian berat di setiap babaknya.
Dengan elemen bertahan hidup, permainan mematikan, dan tekanan psikologis, Squid Game kerap dibandingkan dengan sejumlah film dan serial lain yang mengusung tema serupa. Berikut beberapa judul yang disebut memiliki nuansa sejalan.
The Hunger Games
The Hunger Games menampilkan permainan hidup dan mati di negara fiksi Panem. Pemimpin negara menggelar kompetisi yang harus diikuti oleh 12 distrik sebagai bentuk hukuman atas pemberontakan masa lalu. Para peserta terpilih diwajibkan saling membunuh demi bertahan hidup dan meraih kehormatan.
Battle Royal
Film Jepang Battle Royal dikenal sebagai salah satu karya bertema bertahan hidup yang kerap disebut berpengaruh terhadap sejumlah karya lain. Ceritanya berpusat pada sekelompok siswa yang dipaksa saling membunuh hingga tersisa satu pemenang. Para peserta dipilih secara acak oleh pemerintah karena dinilai nakal, tidak disiplin, dan alasan lainnya.
Alice in Borderland
Judul lain yang juga kerap disandingkan dengan Squid Game adalah serial Alice in Borderland. Kisahnya mengikuti sekelompok orang yang masuk ke dalam rangkaian permainan gim dan berusaha bertahan hidup. Seseorang dapat bertahan lebih lama jika mampu memenangkan lebih banyak permainan, sementara kegagalan membawa risiko mematikan.
Musim kedua Alice in Borderland telah berakhir dan disebut akan berlanjut ke musim ketiga. Di penghujung musim kedua, Arisu dan kelompoknya mengalami luka parah. Arisu membawa Usagi ke final melawan Ratu Hati. Keduanya berhasil melawan pengaruh Mira dan dihadapkan pada pilihan untuk kembali ke dunia nyata atau tetap berada di dunia permainan. Hampir semua peserta memilih kembali, namun Arisu dan Usagi tidak saling mengenal karena tidak mengingat kejadian di Borderland hingga keduanya bertemu di mesin penjual otomatis di rumah sakit.

