BERITA TERKINI
Borneo Ecomusicology Lab Akan Gelar Pertunjukan “Musik Sampah” Berbasis Limbah di Banjarmasin

Borneo Ecomusicology Lab Akan Gelar Pertunjukan “Musik Sampah” Berbasis Limbah di Banjarmasin

Borneo Ecomusicology Lab akan menggelar event seni musik bertajuk “Penciptaan Karya Kreatif Inovatif Berjudul Musik Sampah” di Taman Kelayan, Kelurahan Kelayan Barat, Kota Banjarmasin, pada 8–9 Mei 2026.

Kegiatan ini menghadirkan konsep pertunjukan musik yang memanfaatkan berbagai jenis limbah menjadi instrumen. Sejumlah bahan seperti botol plastik, kaleng bekas, pipa PVC, hingga ember rusak diolah menjadi alat musik yang tidak hanya bernilai estetika, tetapi juga membawa pesan ekologis.

Proyek tersebut digagas oleh sekelompok seniman muda yang tergabung dalam Borneo Ecomusicology Lab. Mereka menyatakan keprihatinan terhadap meningkatnya volume sampah, khususnya di Kota Banjarmasin, dan mencoba meresponsnya melalui pendekatan artistik.

“Tujuan kami mengadakan event ini bukan sekadar pertunjukan musik, tetapi sebagai respons estetis terhadap permasalahan lingkungan, khususnya di Kota Banjarmasin, terkait pengelolaan sampah yang berkelanjutan,” ujar salah satu perwakilan kegiatan.

Selain menampilkan karya musik, penyelenggara juga menargetkan kegiatan ini sebagai sarana edukasi. Masyarakat diajak memanfaatkan limbah rumah tangga maupun limbah industri menjadi instrumen musik, sekaligus memperkuat kesadaran tentang pentingnya pengelolaan sampah secara berkelanjutan.

Di luar panggung pertunjukan, rangkaian acara turut diisi workshop untuk pelajar dan masyarakat umum. Peserta akan diajarkan membuat alat musik sederhana dari barang bekas serta diperkenalkan pada konsep daur ulang kreatif (creative recycling).