Lia Ayu Agustin memulai langkahnya dari cita-cita sederhana: mengumpulkan para seniman untuk membentuk sebuah grup musik. Dari kesamaan hobi itulah, ia kemudian berhasil mengubah kegiatan tersebut menjadi ruang berkarya yang sekaligus membuka peluang pekerjaan bagi para seniman yang bergabung.
Lia mengatakan, pada awalnya ia tidak terpikir menjadikan grup musik yang ia modali sebagai pekerjaan profesional. Namun seiring waktu, tawaran tampil di berbagai acara terus berdatangan. “Dari situ, akhirnya saya kelola secara profesional,” ujarnya.
Meski grup musik itu kini menjadi lapangan pekerjaan bagi para seniman, Lia menegaskan ia tidak membentuknya semata-mata untuk mengejar keuntungan. Menurutnya, tujuan utama tetap seperti semula, yakni menjadi wadah bagi teman-teman seniman musik sekaligus sarana untuk mengembangkan hobinya.
Perempuan berusia 24 tahun itu mengungkapkan, ide membentuk grup musik tersebut dimulai sekitar dua tahun lalu. Ia mengaku masih tidak percaya bahwa inisiatif yang awalnya sekadar untuk memfasilitasi para seniman musik, kini berkembang menjadi usaha yang dapat menghasilkan uang.
Dalam perkembangannya, Lia menyebut grup musik yang dikelolanya kini kerap kebanjiran pekerjaan manggung, baik dari dalam maupun luar Tuban. Selain tampil di Tuban dan sejumlah kota di Jawa Timur, ia juga menyebut pernah menerima job dari Jawa Tengah.
Selain mengelola grup musik, Lia juga beraktivitas sebagai guru ekstrakurikuler seni tari di UPT SDN Perbon 1, UPT SMP Negeri 6 Tuban, UPT SMP 1 Semanding, serta pengajar di Sanggar Tari Kusuma Riski Art.