Yayasan Belantara Budaya Indonesia menggelar pagelaran busana bertajuk “Swarna Biru” di Museum Nasional, Jakarta, Sabtu. Perhelatan ini menghadirkan 498 perempuan dari berbagai kelompok usia—dewasa, remaja, hingga anak-anak—termasuk penyandang disabilitas, dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-498 DKI Jakarta.
Pendiri Belantara Budaya Indonesia, Diah Kusumawardani Wijayanti, mengatakan acara tersebut digelar untuk menampilkan keindahan perempuan serta wastra Indonesia, sekaligus mengajak generasi muda mencintai warisan budaya. Dalam pagelaran itu ditampilkan beragam wastra, seperti batik, kebaya, tenun, ikat, hingga songket.
“Swarna Biru” dimaknai sebagai “Emas Biru”, yang disebut menjadi simbol keindahan, kemewahan, kebanggaan, dan kemegahan dalam balutan warna biru. Diah menyampaikan, pilihan nuansa biru terinspirasi dari lautan, sejalan dengan rencana Belantara Budaya Indonesia untuk mengunjungi sejumlah negara pada tahun ini guna mengenalkan wastra Indonesia sekaligus memperingati ulang tahun ke-12 yayasan tersebut.
Diah menjelaskan, Belantara Budaya Indonesia sebelumnya telah tampil di India dan Jerman. Ke depan, pihaknya berencana melanjutkan perjalanan ke beberapa negara dengan kerja sama resmi bersama Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI), dengan Turki sebagai tujuan terdekat, sementara dua negara lain belum disebutkan.
Pagelaran “Swarna Biru” menampilkan ratusan peserta yang mengenakan ragam wastra Indonesia berwarna biru dalam gaya kontemporer maupun tradisional. Jumlah 498 peserta dipilih sebagai simbol usia Jakarta yang memasuki tahun ke-498, sekaligus sebagai bentuk penghormatan terhadap kebaya yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda oleh UNESCO.
Acara ini juga memecahkan Rekor MURI sebagai pagelaran busana wastra berwarna biru dengan jumlah peserta terbanyak yang dilakukan secara kolosal. Selain peragaan busana, rangkaian kegiatan turut menampilkan pertunjukan tari Betawi sebagai bagian dari perjalanan Belantara Budaya selama 12 tahun terakhir dan untuk menyambut perayaan HUT Jakarta.
Menurut Diah, peserta berasal dari berbagai komunitas, desainer, serta masyarakat umum yang mendaftar melalui media sosial. Ia menyebut antusiasme pendaftar mencapai ribuan orang, kemudian dikurasi hingga terpilih 498 peserta.
Sejumlah perancang busana lokal turut berpartisipasi, di antaranya Oleander by Ribie, Tialoris by Tiara, Ellylle, Kebaya Kembang by Ibu Broto, Shamara, Arsita Craft by Arsita Resmisari, KAIN by Dave Tjoa, Dhara Clothing, Kipas Sae, dan Kala Seni.
Melalui keterlibatan masyarakat, komunitas budaya, serta pelaku UMKM lokal, penyelenggara berharap “Swarna Biru” dapat menjadi momentum perayaan ulang tahun Jakarta sekaligus kontribusi dalam memperkuat fondasi budaya dan ekonomi kreatif Indonesia.

