BERITA TERKINI
BEI Soroti Agenda Reformasi dan Transformasi Integritas Pasar Modal

BEI Soroti Agenda Reformasi dan Transformasi Integritas Pasar Modal

JAKARTA — Pejabat Sementara (Pjs) Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik menekankan pentingnya agenda reformasi dan transformasi integritas pasar modal yang tengah dijalankan BEI bersama Self-Regulatory Organization (SRO) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Menurutnya, agenda tersebut merupakan bagian dari upaya membangun pasar modal Indonesia yang lebih transparan, kredibel, dan berintegritas.

Pernyataan itu disampaikan Jeffrey saat memberikan sambutan sekaligus membuka acara talk show dan perayaan HUT Indonesia Corporate Secretary Association (ICSA) 2026 di Main Hall Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (8/5/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Jeffrey mengapresiasi peran ICSA yang dinilai telah membantu menyampaikan informasi kepada publik terkait agenda reformasi integritas di pasar modal. Ia menyatakan dukungan dari para anggota ICSA dibutuhkan untuk memastikan informasi tersampaikan dengan baik dan benar.

“Di sinilah dukungan peran bapak ibu di ICSA sangat kami harapkan. Kami berterima kasih sudah memberikan dukungan bersama kami dan seluruh SRO dan OJK untuk menyampaikan ini kepada publik secara baik dan benar,” ujar Jeffrey.

Jeffrey juga menyampaikan bahwa pada akhir Maret 2026, BEI telah menyampaikan seluruh proposal reformasi yang ditujukan untuk menjawab berbagai perhatian publik terkait transparansi dan tata kelola pasar modal nasional. Salah satu poin yang disorot adalah ketentuan keterbukaan pemegang saham di atas 1 persen, dari sebelumnya di atas 5 persen.

“Akhir Maret kemarin kita sudah mendeliver seluruh proposal untuk menjawab concern transparansi dan tata kelola dari pasar modal kita,” kata Jeffrey.

Selain itu, BEI disebut telah meningkatkan kualitas keterbukaan data investor dengan menyajikan informasi pemegang saham secara lebih rinci. Jika sebelumnya klasifikasi investor terdiri dari sembilan tipe, kini diperluas menjadi 39 tipe dan subtipe investor.