BERITA TERKINI
Bappenas Susun RKP 2027, Target Pertumbuhan 7,5% dan Deret Agenda Energi Pemerintahan Prabowo

Bappenas Susun RKP 2027, Target Pertumbuhan 7,5% dan Deret Agenda Energi Pemerintahan Prabowo

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy mengatakan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto tengah menyusun Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2027 dengan target pertumbuhan ekonomi 7,5% secara tahunan (year on year/yoy). Pernyataan itu disampaikan dalam agenda Rakorbangpus 2026 untuk penyusunan RKP 2027 di Jakarta, dikutip Sabtu (09/05/2026).

Rachmat menjelaskan target pertumbuhan tersebut akan didorong melalui delapan klaster Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN) yang melibatkan dukungan pemerintah daerah di seluruh Indonesia. Menurutnya, pencapaian pertumbuhan ekonomi nasional tidak dapat dilepaskan dari kontribusi daerah.

“Bahwa kita perlu tumbuh dan bertumbuh ini tidak hanya di Jakarta tapi tumbuh di setiap daerah dan dalam catatan kami, pertumbuhan nasional 5,9% sampai 7,5% tidak bisa dicapai tanpa dukungan daerah,” ujarnya.

Ia menambahkan, program prioritas pemerintah pada 2027 akan difokuskan pada tiga tema utama, yakni produktivitas, investasi, dan industri. Pembiayaan program tidak hanya bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), tetapi juga akan didorong melalui skema non-APBN, termasuk investasi dari Danantara.

“Justru pembiayaan non APBN termasuk investasi Danantara juga harus kita dorong secara aktif agar kapasitas pembangunan kita tidak terbatas pada fiskal semata,” kata Rachmat.

Di sektor energi, pemerintah menyiapkan sejumlah agenda prioritas yang mencakup pengembangan energi baru terbarukan, peningkatan produksi migas, hingga elektrifikasi nasional. Sejumlah program energi yang masuk dalam RKP 2027 meliputi mandatori Biodiesel 50 (B50) dan mandatori Bioetanol 20 (E20).

Selain itu, pemerintah juga memasukkan Program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 GW, implementasi Standar Kinerja Energi Minimum (SKEM), serta konversi 6 juta unit motor berbahan bakar minyak (BBM) menjadi motor listrik.

Program lain yang tercantum adalah pembangunan jaringan gas kota (jargas) untuk 1 juta sambungan rumah (SR), peningkatan lifting minyak dan gas bumi, pembangunan 10 small scale green modular refinery dan enam fasilitas penyimpanan (storage), serta eksplorasi 10 blok migas baru.

Di sisi pemerataan akses energi, pemerintah menargetkan elektrifikasi 10.000 desa. RKP 2027 juga memuat pengembangan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL), pembangunan PLTA skala besar terintegrasi, serta program kompor listrik untuk 2–5 juta rumah tangga.

Untuk mendukung produksi migas, agenda yang disiapkan meliputi optimalisasi 45.000 sumur minyak masyarakat dan optimalisasi lifting di 13.824 sumur tua. Selain itu, terdapat pula program swasembada air.

Rencana tersebut menunjukkan sektor energi menjadi salah satu fokus pemerintah dalam mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus memperkuat ketahanan energi pada 2027.