BERITA TERKINI
Bagi Wulan Rahma, Musik Menjadi Ruang Aman untuk Mengelola Emosi

Bagi Wulan Rahma, Musik Menjadi Ruang Aman untuk Mengelola Emosi

Musik bagi sebagian remaja tidak hanya dipandang sebagai rangkaian melodi dan nada. Lebih dari itu, musik kerap menjadi bahasa universal untuk menerjemahkan gejolak emosi yang sulit diungkapkan lewat kata-kata. Hal tersebut dirasakan Wulan Rahma Andyta, pelajar SMKN 2 Tuban.

Remaja 17 tahun asal Desa Gesikharjo, Kecamatan Palang, itu menilai musik dapat menjadi cermin sekaligus “obat” bagi jiwa. Di tengah keseharian yang padat dengan aktivitas akademik, Wulan mengaku musik berperan menjaga keseimbangan suasana hatinya.

Menurut Wulan, musik terasa personal karena adanya keterikatan antara lirik dan realitas kehidupan. Ia merasa lagu-lagu yang didengarkannya sering kali seolah menggambarkan kondisi dirinya. “Biasanya lirik sama nadanya relate dengan apa yang kita rasakan. Jadi, rasanya seakan benar-benar nyata,” ujarnya.

Wulan juga menilai musik memiliki fungsi ganda. Di satu sisi, musik bisa menjadi pelarian sementara untuk melupakan beban pikiran. Di sisi lain, musik dapat menjadi jembatan untuk memahami dan menerima perasaan yang sedang dialami.

Ia menambahkan, musik sangat membantu ketika dirinya sedang sendirian atau merasa terbebani oleh pikiran yang menumpuk. “Dapat dibilang, musik hadir untuk memberikan ketenangan dan rasa ditemani,” tuturnya.