Penyanyi legendaris Bollywood, Asha Bhosle, meninggal dunia. Kepergiannya menandai berakhirnya sebuah babak panjang yang membentang lebih dari delapan dekade dalam sejarah musik film India.
Asha Bhosle memulai kariernya pada 1943 dan sepanjang perjalanannya merekam lebih dari 12.000 lagu. Suaranya menjadi “jiwa” bagi banyak bintang Bollywood, yang kerap melakukan lip-sync di layar mengikuti vokalnya.
Berbeda dengan mendiang kakaknya, Lata Mangeshkar, yang dikenal dengan keanggunan klasik, Asha Bhosle dikenang karena energi, keberanian, dan keserbagunaannya. Ia membawakan beragam genre, mulai dari balada romantis, lagu pengantar tidur bernuansa melankolis, hingga lagu pop yang menghidupkan suasana.
Nama Asha lekat dengan sejumlah lagu yang disebut sebagai hit abadi, seperti Dum Maro Dum, Piya Tu Ab To Aaja, dan Mehndi Hai Rachnewali. Kolaborasinya dengan suaminya, RD Burman, juga disebut menghadirkan revolusi suara di Bollywood melalui perpaduan unsur tradisional dengan eksperimen musik Barat modern.
Pengaruh Asha Bhosle meluas hingga ke luar India. Ia tercatat pernah berkolaborasi dengan Boy George dan Michael Stipe dari REM. Band Inggris Cornershop juga memberi penghormatan lewat lagu hit mereka, Brimful of Asha. Selain itu, Asha sempat bekerja sama dengan mantan bintang kriket Australia, Brett Lee, dalam sebuah proyek musik.
Di balik ketenarannya, hidup Asha diwarnai perjalanan personal yang penuh dinamika. Pada usia 16 tahun ia meninggalkan rumah karena cinta, lalu pada 1960 pergi lagi sebagai ibu tunggal dari tiga anak. Ia juga disebut menjalani hidup dengan bayang-bayang nama besar sang kakak.
Asha pernah mengatakan, “Bagiku, musik adalah napasku. Ada saat-saat ketika aku berpikir aku tidak akan mampu melewati masa-masa tersulit, tetapi musik menyelamatkanku.” Bahkan pada usia 90 tahun, ia masih mampu bernyanyi selama tiga jam di atas panggung di Dubai.
Kepergian Asha Bhosle terjadi empat tahun setelah wafatnya Lata Mangeshkar dan membuat para penggemar di India terkejut serta berduka. Penulis biografi Raju Bharatan pernah menulis, “Setiap pertemuan dengan Asha adalah sebuah pertunjukan beragam. Dia akan berbicara, tertawa, dan menyela pembicaraannya hanya untuk bernyanyi.” Kini nyanyian itu telah berhenti, namun melodi-melodinya tetap menjadi bagian penting dalam aliran budaya India.