Pasar musik yang terus berubah membuat banyak hal yang dulu terasa mustahil kini menjadi kenyataan. Penyanyi Tùng Dương, misalnya, digambarkan mungkin akan terkejut jika bisa kembali 15 tahun ke belakang dan mengetahui bahwa lagunya “Rebirth” kelak memuncaki tangga lagu musik digital, ramai di TikTok, dan mendapat sambutan dari Generasi Z.
Fenomena itu tidak berdiri sendiri. Di tengah dominasi pendengar muda dan derasnya kemunculan nama-nama baru, sejumlah artis veteran tetap menunjukkan daya hidupnya—baik lewat panggung penghargaan, konser besar, rilisan baru, maupun kolaborasi lintas generasi.
Dalam daftar nominasi resmi Penghargaan Dedikasi (Dedication Awards) ke-20 bidang musik yang diumumkan menjelang seremoni 15 April, nama-nama seperti Thanh Lam, Tùng Dương, dan Đan Trường masih muncul di antara deretan artis pendatang baru. Sementara pada Green Wave Awards tahun lalu, Hồng Nhung dan Quang Linh meraih penghargaan atas pencapaian mereka.
Sejumlah musisi senior juga memilih memperluas cara berinteraksi dengan publik. Thanh Lam, selain merilis album “Cuốn phim” (2024), turut terjun ke ranah hiburan melalui program “Our Song Vietnam” bersama Thu Minh, Quang Linh, dan Lương Bích Hữu. Mereka adalah generasi penyanyi yang telah menyaksikan pasang surut V-pop, namun kini tampil dalam format yang lebih segar berdampingan dengan artis Gen Z.
Hồng Nhung juga menjadi sorotan setelah pada awal tahun lalu ia membagikan informasi bahwa dirinya mengidap kanker. Meski menjalani perawatan, ia tetap tampil di panggung—citra “Bong” yang terus bersinar disebut memberi energi bagi banyak orang. Pada 2025, ia dijadwalkan merilis video musik “Tự hỏi” (Aku Bertanya) dan menjadi duta proyek Life yang menghubungkan seni, alam, warisan, dan manusia. Sebelumnya, ia menggelar konser langsung, merilis piringan hitam “Hong Nhung Sings About Hanoi”, serta serial film pendek “Thong Dong with Bong”.
Di sisi lain, My Tâm kembali menegaskan statusnya sebagai bintang lintas generasi lewat konser “See the Light” yang menarik sekitar 40.000 penonton di Stadion Mỹ Đình pada akhir tahun lalu. Konser ini disebut sebagai rekor konser solo di Vietnam hingga saat ini—dan pencapainya bukan artis muda, melainkan musisi yang telah menjaga daya tariknya lebih dari dua dekade.
Tren kolaborasi lintas generasi juga kian menonjol. Dalam video musik “Tự hỏi”, Hồng Nhung bekerja sama dengan sutradara Phương Vũ serta artis muda Trung Trần dan Lope Phạm. Orange mengundang Artis Rakyat Bạch Tuyết tampil dalam “Rực rỡ Việt Nam” bersama Jaysonlei. Thanh Lam mengajak Ali Hoàng Dương bernyanyi dalam album “Cuốn phim”, sekaligus berduet dengan Orange dalam lagu “Cho em một ngày”.
Tùng Dương sendiri memperluas jangkauan musiknya melalui kolaborasi dengan Tang Duy Tân, Nguyễn Văn Chung, Soobin, Đông Thiên Đức, serta produser muda seperti drum7, Maiki, huhy, hallowed, NAN, dan merlie. Ia juga tercatat merilis lagu-lagu yang ramai di tangga lagu digital, di antaranya “Melanjutkan Kisah Perdamaian”, “Tur Vietnam”, dan “Kelahiran Kembali”. Selain karya orisinal, ia meng-cover sejumlah lagu populer seperti “Ngày chưa giông bão”, “Ai chung tình được mãi”, dan “E là không thể”.
Dalam wawancara dengan surat kabar Tuổi Trẻ, Tùng Dương menyebut jenis musik yang sebelumnya ia tekuni “terlalu rumit”. Ia menegaskan pentingnya keterbukaan untuk tetap bergerak bersama perubahan: jika tidak mendengarkan anak muda, ia merasa bisa berhenti, menjadi konservatif, dan terjebak pada ego.
Di jalur lain, Hà Trần mempertahankan gaya khasnya melalui proyek-proyek personal. Ia merilis dua album, “Những con sông ngón tay” dan “Để em mơ”, serta memusatkan perhatian pada proyek “Đợi thoại 2026” untuk menandai 20 tahun “Đợi thoại 06”, yang disebut sebagai salah satu album menonjol dalam musik Vietnam selama beberapa dekade terakhir. Sementara itu, Ha Anh Tuấn—yang telah berkarier hampir dua dekade—terus mencuri perhatian lewat rangkaian konser “Sketch a Rose” di dalam dan luar negeri.
Di tengah pasar yang semakin ditentukan oleh selera dan tren Generasi Z, para artis veteran digambarkan memilih “ikut bermain” dengan cara mereka sendiri: merangkul format baru, membuka ruang kolaborasi, namun tetap membawa kelas dan identitas musikal yang telah dibangun lama.
Pertemuan dua energi ini juga dilihat sebagai ekosistem yang saling menguntungkan. Generasi Z menghadirkan kreativitas, teknologi, kesegaran, dan kemampuan membentuk tren, sementara generasi senior menawarkan kedewasaan, kedalaman, teknik panggung, serta identitas budaya. Dalam sejumlah proyek, unsur tradisi bahkan tampil sebagai bagian dari produk budaya, bukan sekadar produk musik—misalnya ketika Artis Rakyat Huỳnh Tú menyanyikan gaya Xẩm dalam MV “Mục hạ vô nhân” bersama Soobin dan Binz, Bạch Tuyết melantunkan beberapa baris vọng cổ dalam “Rực rỡ Việt Nam”, atau Artis Rakyat Thanh Ngoan membawa budaya rakyat Vietnam Utara ke panggung “Em Xinh Say Hi”.
Di era ketika auto-tune disebut semakin sering digunakan, penampilan live para artis veteran yang tetap solid menjadi pengingat tentang nilai kerja keras dan dedikasi. Pada akhirnya, kisah para musisi senior yang tetap relevan menunjukkan satu hal: tidak ada “menara gading” yang bertahan selamanya, dan kemampuan beradaptasi dapat menjadi jembatan yang mempertemukan generasi di panggung yang sama.

