BERITA TERKINI
Annisa Dalimunthe Produksi Video Klip "Merah Putih Gemilang", Angkat Pesan Nasionalisme untuk Diaspora

Annisa Dalimunthe Produksi Video Klip "Merah Putih Gemilang", Angkat Pesan Nasionalisme untuk Diaspora

Penyanyi cilik Annisa Dalimunthe merilis karya terbaru berjudul Merah Putih Gemilang dan tengah memproduksi video klip untuk lagu tersebut. Annisa bersama orang tuanya ingin menyampaikan pesan kuat tentang cinta Tanah Air, terutama bagi masyarakat Indonesia yang tinggal di luar negeri.

Di tengah arus global, Annisa membawa tema nasionalisme dan identitas sebagai bangsa Indonesia meski hidup di perantauan. Lagu Merah Putih Gemilang merupakan karya musisi Catur, dengan lirik yang menekankan pesan agar masyarakat Indonesia tidak melupakan jati diri, khususnya menjelang momen nasional seperti Hari Pancasila pada 1 Juni hingga perayaan kemerdekaan 17 Agustus.

Dari sisi visual, video klip lagu ini mengusung nuansa Indonesia. Proses syuting dilakukan di Taman Mini Indonesia Indah dengan penggunaan kostum merah putih serta kehadiran marching band untuk memperkuat kesan patriotisme. “Kami ingin bukan hanya liriknya saja yang Indonesia, tapi visualnya juga terasa Indonesia banget,” ujar Poppy.

Ayah Annisa, Tom Becker Dalimunthe, mengatakan lagu ini bukan sekadar karya musik, tetapi juga pengingat jati diri bagi diaspora Indonesia. “Walaupun kita tidak tinggal di Indonesia, kita harus tetap ingat bahwa kita orang Indonesia. Jangan sampai lupa akar budaya kita. Ini juga cara mengenalkan nasionalisme kepada anak,” jelasnya.

Tom juga menyebut konsep musik lagu ini dirancang agar mudah dinyanyikan oleh semua kalangan, dari anak-anak hingga orang dewasa. Ia membayangkan bagian reff dapat dinyanyikan secara massal. “Kita bayangkan reff-nya bisa dinyanyikan di GBK, satu stadion ikut nyanyi. Bahkan bisa juga dibawakan dengan marching band di Istana,” katanya.

Dalam proses produksi, Annisa dibimbing oleh sejumlah musisi profesional, termasuk drummer Ikmal Tobing yang disebut memberikan sentuhan aransemen modern dan upbeat.

Annisa diketahui lahir dan besar di Malaysia. Meski demikian, keluarganya menanamkan identitas Indonesia dalam keseharian, termasuk menggunakan Bahasa Indonesia di rumah dan rutin pulang ke Tanah Air. “Dalam setahun kita bisa pulang sampai 12 kali, hampir setiap bulan. Paspor tetap Indonesia, dan di rumah kita selalu pakai Bahasa Indonesia,” tambah Tom.

Ketika ditanya soal idola, Annisa menyebut penyanyi muda Malaysia Alyssa Dezek sebagai salah satu inspirasinya dalam bermusik. Melalui karya-karyanya, Annisa diharapkan menjadi bagian dari generasi baru penyanyi anak Indonesia yang tidak hanya menghibur, tetapi juga membawa pesan positif tentang cinta Tanah Air.