Seekor anjing Pomeranian bernama Melody menjalani operasi pengangkatan lymphoma pada telinga kanan dan kiri di Rumah Sakit Hewan Pendidikan Universitas Airlangga, Rabu, 18 September 2025. Tindakan ini dilakukan untuk mengangkat massa tumor pada jaringan limfoid yang berisiko menyebar ke organ lain bila tidak ditangani.
Lymphoma merupakan tumor pada jaringan limfoid yang dapat berkembang dan mengganggu fungsi organ vital. Jika dibiarkan, sel tumor berpotensi terus bertambah dan menurunkan kualitas hidup hewan, bahkan berisiko fatal. Karena itu, pengangkatan massa tumor dilakukan sebagai langkah pencegahan penyebaran lebih lanjut sekaligus membuka peluang terapi lanjutan, termasuk kemoterapi, agar lebih efektif.
Operasi dipimpin oleh Dr. Miyayu Soneta Sofyan, drh., M. Vet. sebagai dokter bedah utama. Ia dibantu Bayu Ardhi Wicaksono A. Md. sebagai asisten bersih, serta Az-Zahra Indira, Annisa’ Hanifa, dan Syamsul Muniruddin dari PPDH Gelombang 43 Tandem 4 sebagai peserta operasi.
Prosedur diawali dengan persiapan alat dan ruangan operasi. Melody kemudian diberikan anestesi untuk memastikan hewan tidak merasakan nyeri dan tetap tenang selama tindakan berlangsung. Setelah tidak sadarkan diri, area telinga yang terdampak dicukur dan dibersihkan untuk menjaga kondisi steril dan mencegah kontaminasi.
Tim bedah selanjutnya melakukan sayatan pada kulit untuk mengangkat massa lymphoma di kedua telinga. Proses pengangkatan dilakukan secara hati-hati agar tumor dapat terangkat sepenuhnya tanpa merusak jaringan sehat di sekitarnya, sekaligus memastikan lubang telinga dapat terlihat kembali.
Setelah tumor diangkat, area bekas sayatan dijahit kembali. Tim juga membersihkan serta mensterilkan kembali alat dan ruang operasi. Melody kemudian dipindahkan ke ruang pemulihan untuk observasi ketat hingga efek anestesi hilang.
Perawatan pascaoperasi dilakukan untuk mendukung pemulihan, meliputi pemberian antibiotik, pembersihan luka, dan pemberian tetes telinga. Penanganan ini diharapkan membantu proses penyembuhan Melody.
Selain aspek medis, kegiatan ini juga disebut terkait dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Penanganan kesehatan hewan dipandang sejalan dengan SDG 3 (Good Health and Well-Being) dalam kerangka One Health. Keterlibatan mahasiswa PPDH dalam tindakan operasi turut mendukung SDG 4 (Quality Education) melalui pembelajaran praktik, sementara perawatan dan pemulihan hewan dikaitkan dengan SDG 15 (Life on Land) yang menekankan kesejahteraan hewan sebagai bagian dari keberlanjutan ekosistem darat.

