BERITA TERKINI
Alfath Flemmo, Musisi Gen Z dari Jombang yang Kembangkan Ekosistem Musik Berbasis AI

Alfath Flemmo, Musisi Gen Z dari Jombang yang Kembangkan Ekosistem Musik Berbasis AI

Musisi muda Indonesia Alfath Flemmo—nama panggung dari Maharsyalfath Izlubaid Qutub Maulasufa—menjadi salah satu figur generasi Z yang menautkan musik dengan pengembangan teknologi kecerdasan buatan (AI). Pemuda berusia 22 tahun asal Jombang, Jawa Timur, kelahiran 3 Februari 2004 itu kini berkarier profesional di Jakarta sebagai komposer dan produser musik digital.

Dalam kiprahnya, Alfath Flemmo tidak hanya memproduksi karya, tetapi juga merancang sistem kerja yang mengintegrasikan proses kreatif dan teknologi. Ia kerap disebut sebagai music-tech architect dan pengembang ekosistem kreatif berbasis AI, dengan peran yang juga mencakup audio engineer, sound designer, wirausaha musik, serta programmer yang menguasai Python, JavaScript, dan React.js.

Alfath Flemmo merupakan Founder dan CEO FMG Universe sejak 2023, yang disebut sebagai evolusi dari Flemmo Music Global yang didirikannya pada 2018. Platform ini dirancang untuk mengintegrasikan musik, AI, publishing, serta monetisasi hak cipta dalam satu arsitektur ekosistem yang terstruktur dan dapat dikembangkan secara global. Ia juga tercatat sebagai Sony Music Group Global Scholar di New York, Amerika Serikat, serta Yale Young Global Scholars Ambassador.

Berasal dari Jombang—yang dikenal sebagai kota santri—Alfath Flemmo merupakan alumni MAN 1 Jombang dan disebut sebagai Student Star pada 2022. Dalam periode sekolah menengah, ia juga diklaim meraih sejumlah penghargaan gold medal internasional, yang menjadi bagian dari fondasi perjalanannya menuju panggung global.

Sejak memulai karier profesional pada 2018, Alfath Flemmo disebut telah menghasilkan lebih dari 100 karya musik orisinal lintas genre, mulai dari pop, R&B, jazz, rock, dangdut, hingga scoring film dan gim. Proses yang ia jalankan mencakup produksi end-to-end, dari penciptaan lagu, komposisi, aransemen, produksi, publikasi, hingga distribusi digital global.

Dalam pandangannya, musik tidak semata diposisikan sebagai ekspresi emosional, tetapi juga sebagai sistem yang dapat dirancang, dianalisis, dan dioptimalkan. Melalui pendekatan yang ia sebut sebagai music-tech architecture, ia menggabungkan AI, audio engineering, sound design, pengembangan perangkat lunak, komputasi awan, hingga sistem monetisasi kekayaan intelektual dalam satu alur kerja produksi.

Di tingkat internasional, Alfath Flemmo tampil pada 2024 dalam Sony Music Group First Global Scholars Conference di New York. Pada kesempatan itu, ia memperkenalkan TuneXpert DAW-AI, sebuah AI-assisted Digital Audio Workstation yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi alur produksi tanpa menghilangkan peran kreativitas manusia.

Dari sisi pendidikan, Alfath Flemmo disebut menempuh jalur double degree dan lulus pada 2026 di President University dengan fokus Computer Information Systems (CIS), Artificial Intelligence, dan Music Technology, serta di BINUS University pada bidang Marketing Communication dan Corporate Business Communication. Ia juga melanjutkan program Master of Science in Information Technology (MSIT) tahun akademik 2026/2027 dengan pendekatan MBA Technology.

Sejak April 2026, Alfath Flemmo bergabung dengan BeatPulseLabs Inc sebagai Music and Audio Annotation Specialist. Peran ini disebut terkait pembangunan basis data untuk sistem AI multimodal berbasis Human-in-the-Loop (HITL), melalui proses mendengarkan secara detail dan pemecahan analitis untuk menerjemahkan unsur audio menjadi metadata yang dapat dibaca mesin, mencakup komposisi, aransemen, instrumen, struktur produksi, identitas vokal, genre, hingga sinyal emosional.

Dalam catatan rekam jejaknya, Alfath Flemmo juga disebut mengembangkan lebih dari 1.500 music sheets profesional bersama BollyPiano Ltd di Hong Kong dan London, serta menciptakan lebih dari 1.200 aset sound design untuk klien di Eropa. Ia juga menjabat sebagai Head of Music for Games di Orris Gaming Academy di Turki, dengan fokus pada perancangan sistem audio imersif adaptif untuk Unity dan Unreal Engine.

Selain FMG Universe, ia disebut mengembangkan inovasi AI melalui FigoTech Indonesia, termasuk TuneXpert DAW AI yang mengusung pendekatan human-centered AI dengan teknologi sebagai alat penguat kreativitas, bukan pengganti. Di FMG Universe, ia juga mengusung visi One Music OS, yakni sistem yang mengintegrasikan rantai industri musik dari penciptaan, produksi, distribusi, hingga monetisasi dalam satu ekosistem berbasis teknologi.

Pada 2026, Alfath Flemmo merilis debut double single “LET’S SEE” dan “SLOW MOTION”. Rilis ini disebut menandai pergeserannya dari peran pengembang sistem di balik layar menjadi artis global yang memproduksi sendiri karyanya, dengan kontrol penuh atas proses kreatif dari komposisi hingga mastering.

Dengan lintasan dari Jombang hingga Jakarta, serta aktivitas yang disebut menjangkau New York dan Eropa, Alfath Flemmo digambarkan sebagai musisi muda yang tidak hanya fokus pada karya, tetapi juga pada pembangunan ekosistem dan infrastruktur kerja musik berbasis teknologi di era AI.