Penyanyi solo pria Nadhif Basalamah mencatat pencapaian baru setelah albumnya bertajuk Nadhif meraih sertifikasi 11 kali platinum. Di platform Spotify, karya-karyanya juga disebut telah mengumpulkan lebih dari 20 juta pendengar bulanan.
Sertifikasi platinum diberikan kepada musisi yang penjualan atau jumlah streaming karyanya melampaui ambang batas tertentu sesuai ketentuan industri musik. Bagi Nadhif, capaian tersebut tidak ingin dijadikan alasan untuk larut dalam kebanggaan. Ia mengaku tidak memiliki formula khusus untuk mempertahankan posisinya, dan memilih fokus pada proses berkarya.
“Tapi yang jelas kepinginnya bisa gak cuma konsisten, tapi persisten. Rilis lagu, tetap muncul, sama teman-teman pendengar, belajar untuk appreciate teman-teman pendengar. Karena kayaknya kalau gak ada yang dengerin, ya gak jadi nomor 1, kan,” kata Nadhif.
Kesuksesan yang diraih Nadhif disebut tidak datang secara instan. Ia menandai lagu “Penjaga Hati” sebagai titik balik yang memperluas perhatian publik terhadap karyanya. Sebelum dikenal lewat lagu-lagu berbahasa Indonesia, Nadhif sempat merilis sejumlah karya berbahasa Inggris. Meski tidak setenar rilisan terbarunya, ia menegaskan tidak menyesali fase tersebut.
“Gue belajar untuk menghargai apa yang sudah gue buat sebelumnya. Jadi menghargai diri sendiri. Lagu-lagu Bahasa Inggrisnya Nadif juga ada pendengarnya sendiri. Mungkin tidak sebanyak pendengar lagu-lagu Bahasa Indonesia Nadif, tapi lagunya tetap sampai,” ujarnya.
Nadhif juga memberi sinyal kemungkinan kembali merilis lagu berbahasa Inggris. Ia bercerita sempat mengikuti songwriting camp pada Januari 2025 di Taiwan bersama Sony Music Publishing, dan menulis beberapa materi baru.
“Januari 2025 gue sempat songwriting camp di Taiwan, sama Sony Music Publishing. Di sana banyak nulis lagu-lagu Bahasa Inggris juga, ada 5-6 lagu yang mungkin kita gak tahu nanti album 2 seperti apa, tapi kepengennya sih tetap bisa diselipin lagu-lagu Bahasa Inggris ya,” kata Nadhif.
Selain itu, pelantun lagu-lagu bernuansa mellow ini mengungkap ketertarikannya pada musik pop-punk. Ia menyebut pernah banyak bermain pop-punk beberapa tahun lalu, termasuk sebagai pemain bass. Meski belum dalam waktu dekat, Nadhif membuka peluang untuk merilis karya yang berbeda dari citra musiknya selama ini.
“Nadhif 6-7 tahun lalu itu doyannya pop-punk sebenernya. Gue mainnya pop-punk. Gue main bass. 2027, Insya Allah bisa comeback bikin sesuatu yang di luar Nadif Basalamah. Dan kembali loncat-loncat manggung yang seru gitu,” tuturnya.
Dalam kesempatan yang sama, Nadhif menyampaikan apresiasi atas pencapaian albumnya kepada pihak-pihak yang terlibat dalam proses kreatif, mulai dari rekan label hingga para pendengar.