BERITA TERKINI
Afrika Bambaataa Wafat di Usia 68 Tahun Akibat Kanker Prostat

Afrika Bambaataa Wafat di Usia 68 Tahun Akibat Kanker Prostat

Afrika Bambaataa, figur yang luas dianggap sebagai salah satu pelopor utama musik hip-hop, meninggal dunia di Pennsylvania akibat kanker prostat pada Kamis (9/4). Kabar duka itu disampaikan pengacaranya. Bambaataa tutup usia pada umur 68 tahun.

Menurut laporan Associated Press, kepergian Bambaataa memicu gelombang belasungkawa dari teman, keluarga, dan penggemar di berbagai negara. Banyak pihak menyoroti pengaruhnya yang besar terhadap perkembangan hip-hop, salah satu genre musik paling populer sekaligus memiliki jejak politik yang kuat.

Namun, dalam beberapa tahun terakhir, warisan Bambaataa juga dibayangi kontroversi setelah sejumlah pria yang mengaku mengenalnya sejak kecil menuduhnya melakukan pelecehan seksual.

Bambaataa dikenal sebagai rapper dan produser yang melahirkan lagu-lagu berpengaruh, termasuk “Planet Rock” (1982), serta mendirikan kolektif seni Universal Zulu Nation. Agensi bakatnya, Naf Management Entertainment, dalam pernyataan yang dikirim melalui email pada Selasa, menyebut peran Bambaataa sangat menentukan bagi hip-hop. “Hip Hop tidak akan pernah sama tanpa dia -- tetapi semua yang ada di hip hop saat ini adalah karena dia. Semangatnya hidup di setiap beat, setiap cypher, dan setiap sudut dunia yang pernah disentuhnya,” tulis pernyataan tersebut.

Nama asli Afrika Bambaataa adalah Lance Taylor. Ia lahir pada 1957 di South Bronx, New York, dan tumbuh pada masa kawasan itu mengalami kemerosotan pesat, seiring meningkatnya segregasi dan bertahun-tahun pengabaian ekonomi.

Pada 1970-an hingga 1980-an, sejumlah pemilik rumah dilaporkan membakar gedung apartemen untuk mengklaim uang asuransi alih-alih melakukan perbaikan. Dampaknya, keluarga berpenghasilan rendah—yang sebagian besar berasal dari komunitas Puerto Rico dan Afrika-Amerika—kehilangan peluang sosial ekonomi.

Bambaataa berdarah Jamaika dan Barbados. Dalam wawancara dengan Frank Broughton pada 1998, ia mengatakan dibesarkan oleh ibunya di kompleks perumahan umum berpenghasilan rendah. Ia mengenal musik sejak dini melalui koleksi piringan hitam milik sang ibu.

Dalam wawancara yang sama, Bambaataa menceritakan kemampuannya mengolah ulang dan mencampur lagu-lagu hits lama menjadi salah satu ciri khas saat menggelar pesta di pusat-pusat komunitas di berbagai sudut lingkungan pada awal 1970-an. Ia juga menyebut sangat terinspirasi oleh Kool Herc, yang kerap dianggap sebagai bapak hip-hop.