JAKARTA – Grup musik alternative rock asal Jakarta, Zorrrya, merilis EP terbaru berjudul Ellipsis yang menjadi penanda fase baru sekaligus kembalinya mereka ke industri musik Indonesia. Rilisan ini hadir melalui kerja sama dengan label rekaman demajors dan tersedia dalam format digital.
Dalam keterangan resmi pada Senin (6/4/2026), Zorrrya menyebut proses produksi Ellipsis berlangsung hampir satu tahun sepanjang 2025. Periode tersebut disebut menjadi momen penting bagi band untuk menata ulang identitas musikal sekaligus memperkuat kedekatan dengan pendengar.
Zorrrya beranggotakan lima personel, yakni Ramadhina Dewi (vokal), Nyoman Agastyasana (gitar), M. Agung Biondi (gitar), M. Aziz Tara (bass), dan Haykal Imarhel (drum). Mereka menyatakan tetap berupaya menjaga kedalaman musikal dalam EP ini, sembari memilih arah yang lebih dekat dan berakar pada pengalaman nyata masing-masing personel.
EP Ellipsis memuat empat lagu: “Artifice”, “Amygdala”, “Reverie”, dan “Rengkuh”. Secara keseluruhan, karya ini dijelaskan lahir dari gagasan tentang jeda, yakni ruang hening yang menyimpan banyak hal yang tak terucap.
Perjalanan emosional dalam EP tersebut bergerak dari konfrontasi terhadap kepalsuan di “Artifice”, menuju kesadaran emosional di “Amygdala”, lalu refleksi yang melayang pada “Reverie”, hingga berujung pada penerimaan dan kepulangan diri dalam “Rengkuh”.
Bagi Zorrrya, Ellipsis disebut bukan sekadar rilisan baru, melainkan bentuk penghidupan kembali energi bermusik yang selama ini menjadi ruang pulang di tengah perjalanan profesional mereka masing-masing. Band yang aktif sejak 2019 itu berharap pengalaman personal yang dituangkan dalam empat lagu tersebut dapat menjadi ruang resonansi bersama para pendengar.
Ellipsis sudah dapat didengarkan di berbagai platform streaming digital, termasuk Spotify, YouTube Music, TikTok Music, Apple Music, dan Langit Musik.

