BERITA TERKINI
Yo Botoi-Botoi Meriah di Kota Tuo Bengkulu, Hadirkan Atraksi Budaya, Musik Dol, dan Stan UMKM

Yo Botoi-Botoi Meriah di Kota Tuo Bengkulu, Hadirkan Atraksi Budaya, Musik Dol, dan Stan UMKM

Kegiatan Yo Botoi-Botoi yang digelar di kawasan wisata Kota Tuo, Kota Bengkulu, berlangsung meriah dan menarik perhatian masyarakat. Acara bernuansa seni dan budaya lokal ini mendapat respons positif dari berbagai kalangan, mulai dari pelajar, mahasiswa, pendidik, hingga pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Sejak awal pelaksanaan, kawasan Kota Tuo dipadati pengunjung yang antusias menyaksikan beragam pertunjukan budaya khas Bengkulu. Sejumlah atraksi seni tradisional ditampilkan, termasuk tarian daerah serta pertunjukan musik dol yang dikenal sebagai identitas budaya masyarakat Bengkulu. Suasana semakin ramai dengan kehadiran stan UMKM yang menawarkan produk kuliner dan kerajinan lokal.

Yo Botoi-Botoi dinilai tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga ruang edukasi dan pelestarian budaya. Melalui kegiatan ini, masyarakat, terutama generasi muda, diajak untuk lebih mengenal dan mencintai warisan budaya daerah yang dinilai mulai jarang ditampilkan di ruang publik.

Salah satu pengunjung, Helsa, mahasiswi dari salah satu universitas di Kota Bengkulu, mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan tersebut. Ia menilai Yo Botoi-Botoi menjadi media yang efektif untuk memperkenalkan budaya lokal dengan cara yang menarik dan mudah diterima anak muda.

“Acara ini sangat bagus dan dikemas dengan menarik. Kami jadi lebih mengenal budaya Bengkulu, mulai dari tarian sampai musik tradisional. Harapannya, kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut dan dikembangkan ke depannya,” ujar Helsa.

Apresiasi juga disampaikan dari kalangan pendidik. Afrizah Herawati menilai kegiatan Yo Botoi-Botoi memiliki nilai edukatif bagi siswa karena pengenalan budaya secara langsung melalui pertunjukan seni dinilai lebih membekas dibanding pembelajaran di kelas.

“Kegiatan seperti ini sangat penting untuk menumbuhkan rasa cinta budaya sejak dini. Anak-anak bisa melihat langsung kekayaan seni daerahnya, seperti tari tradisional dan musik dol, sehingga muncul kebanggaan terhadap identitas lokal,” ungkapnya.

Sementara itu, Nurdalena menambahkan bahwa kegiatan tersebut turut memberi dampak positif bagi sektor ekonomi masyarakat. Menurutnya, pelibatan UMKM lokal membuka peluang bagi pelaku usaha untuk memasarkan produk kepada pengunjung.

“Selain melestarikan budaya, kegiatan ini juga menggerakkan perekonomian. UMKM diberikan ruang untuk berjualan, sehingga ada perputaran ekonomi yang langsung dirasakan masyarakat,” jelasnya.

Ia juga menilai Yo Botoi-Botoi memiliki potensi menjadi daya tarik wisata karena mengangkat kesenian asli Bengkulu yang mulai jarang terlihat. Lokasi Kota Tuo dinilai strategis karena memiliki nilai sejarah sekaligus daya tarik wisata, sehingga perpaduan destinasi dan pertunjukan budaya diyakini dapat meningkatkan minat kunjungan ke Kota Bengkulu.

Ke depan, Yo Botoi-Botoi diharapkan dapat menjadi agenda rutin tahunan. Konsistensi penyelenggaraan disebut penting agar kegiatan ini tidak berhenti sebagai seremoni, melainkan berkontribusi dalam menjaga identitas budaya Bengkulu sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif masyarakat.