BERITA TERKINI
Single Terbaru Charli XCX "Rock Music" Tuai Kritik, Dinilai Lebih Mengutamakan Strategi Pemasaran

Single Terbaru Charli XCX "Rock Music" Tuai Kritik, Dinilai Lebih Mengutamakan Strategi Pemasaran

Single terbaru Charli XCX berjudul Rock Music menuai kritik tajam. Lagu tersebut dinilai lebih menyerupai strategi pemasaran ketimbang karya seni, dengan pendekatan yang dianggap terjebak pada slogan murahan tentang “matinya” lantai dansa demi mengejar tren musik rock.

Dalam ulasan yang dikutip dari Far Out Magazine, Rock Music disebut gagal memadukan semangat hyperpop dengan kebangkitan estetika indie sleaze. Para pengkritik menilai lagu ini hanya menyentuh permukaan gaya kedua genre tersebut dan, alih-alih menjadi penghormatan terhadap tradisi rock, justru terasa seperti parodi dangkal yang kurang memiliki kedalaman.

Lirik yang provokatif serta penggunaan distorsi suara yang kasar turut menjadi sorotan. Elemen-elemen itu disebut canggung hingga membuat pendengar merasa tidak nyaman. Penulis Lauren Hunter bahkan menilai unsur parodi dalam lagu ini hanya akan terasa lucu dalam waktu singkat sebelum akhirnya membosankan.

Kritik lain diarahkan pada kesadaran diri Charli XCX yang dinilai berlebihan saat mencoba tampil liar di depan kamera. Referensi tentang gaya hidup bebas yang ditampilkan dianggap terlalu diperhitungkan dan lebih ditujukan untuk menarik perhatian publik serta algoritma media sosial.

Proyek ini juga digambarkan sebagai iklan yang tampak cerdas namun dinilai kosong. Rock Music dianggap diposisikan sebagai komoditas yang lebih menekankan keuntungan finansial di tengah iklim industri musik yang semakin termediasi.

Meski musik pop kerap diasosiasikan dengan hiburan yang menyenangkan, lagu ini justru dinilai terdengar seperti aransemen amatir yang kehilangan nyawa. Melodi yang disajikan disebut kurang memikat, sementara keseluruhan produksi meninggalkan kesan yang tidak menyenangkan bagi telinga.

Upaya Charli XCX untuk berlindung di balik konsep “ketidakaslian yang disengaja” juga dinilai tidak cukup untuk meredam kritik. Menurut ulasan tersebut, musik pop tidak otomatis menjadi radikal hanya karena sang artis menganggap kritik sebagai sesuatu yang tidak keren.

Pada akhirnya, Rock Music disebut sebagai kalkulasi kosong yang menyamar sebagai spontanitas. Lagu ini dinilai gagal memenuhi standar kualitas musik yang baik dan bahkan dianggap sebagai titik rendah dalam diskografi Charli XCX.