BERITA TERKINI
Wireless Festival Dibatalkan Usai Izin Masuk Kanye West ke Inggris Dicabut

Wireless Festival Dibatalkan Usai Izin Masuk Kanye West ke Inggris Dicabut

JAKARTA — Wireless Festival di Inggris resmi dibatalkan setelah otoritas keamanan Inggris melalui Home Office menarik izin Electronic Travel Authorisation (ETA) milik Kanye West, yang dijadwalkan menjadi penampil utama. Pencabutan izin tersebut membuat West—yang juga dikenal dengan nama Ye—dilarang masuk ke wilayah Inggris.

Keputusan pemerintah Inggris itu disebut terkait serangkaian pernyataan antisemit yang dilontarkan West dalam beberapa tahun terakhir. Pernyataan-pernyataan tersebut dinilai tidak sejalan dengan nilai-nilai keamanan dan ketertiban umum di Inggris.

Penyelenggara Wireless Festival dalam pernyataan resmi menyatakan pencekalan Ye menjadi penyebab utama batalnya acara tahun ini. Mereka menilai, tanpa kehadiran headliner utama, keberlangsungan festival tidak mungkin dilanjutkan, baik dari sisi logistik maupun pertimbangan moral, terlebih di tengah tekanan publik dan politik yang meningkat.

Tekanan tersebut turut menguat setelah Perdana Menteri Keir Starmer secara terbuka menyatakan kekecewaannya atas penunjukan Ye sebagai penampil utama sejak pengumuman lineup.

“Home Office telah menarik izin ETA milik YE, yang berarti ia dilarang masuk ke wilayah Inggris. Sebagai dampaknya, Wireless Festival dibatalkan dan pengembalian dana penuh akan diberikan kepada seluruh pemegang tiket,” bunyi pernyataan resmi penyelenggara, dikutip Variety, Rabu, 8 April.

Penyelenggara juga menyebut mereka telah melakukan konsultasi dengan berbagai pihak terkait sebelum menjadwalkan Ye. “Sebagaimana setiap penyelenggaraan Wireless Festival, berbagai pihak terkait telah dikonsultasikan sebelum melakukan pemesanan jadwal terhadap YE, dan pada saat itu tidak ada kekhawatiran yang menonjol,” lanjut pernyataan tersebut.

Sebelumnya, Ye disebut sempat melakukan upaya rekonsiliasi melalui permintaan maaf satu halaman penuh di Wall Street Journal pada Januari serta menawarkan diri untuk berdiskusi dengan komunitas Yahudi di Inggris. Namun, langkah itu dinilai belum cukup mengubah kebijakan pemerintah.

Dalam pernyataannya, penyelenggara menegaskan sikap mereka terhadap isu antisemitisme. “Antisemitisme dalam segala bentuknya adalah hal yang menjijikkan, dan kami mengakui dampak nyata serta personal yang ditimbulkan oleh isu-isu ini. Seperti yang dikatakan Ye hari ini, ia mengakui bahwa kata-kata saja tidak cukup, dan meskipun demikian, ia tetap berharap diberi kesempatan untuk memulai percakapan dengan komunitas Yahudi di Inggris,” tulis penyelenggara.

Sebelum pembatalan diumumkan, Melvin Benn selaku Managing Director Festival Republic—promotor di balik Wireless—sempat menyampaikan pembelaan dengan menyinggung aspek kesehatan mental. Ia menyebut dirinya terbiasa menghadapi perilaku sulit dari orang-orang yang berjuang dengan isu mental dan memilih bersikap pemaaf.

Namun, pembelaan tersebut tidak mengubah keputusan otoritas Inggris, yang pada akhirnya menutup akses masuk bagi West dengan pertimbangan keamanan nasional dan kekhawatiran terhadap potensi eskalasi kebencian di tengah masyarakat.