Penyanyi Võ Lê Vy resmi memperkenalkan album studio terbarunya, Em và 30 (Kamu dan 30), dalam sebuah pameran yang menggabungkan musik dan lukisan bertajuk Thanh Không (Kekosongan). Proyek ini disebut menggambarkan perjalanan emosionalnya selama lima tahun terakhir, periode yang ia nilai penting bagi kehidupan cinta dan kariernya.
Dalam keterangan yang disampaikan, Võ Lê Vy menyebut masa lima tahun tersebut sebagai waktu untuk belajar menghadapi keterbatasan diri, hidup berdampingan dengan kesepian, serta membangun penerimaan dan cinta terhadap diri sendiri. Ia menekankan bahwa periode itu bukan semata waktu produksi musik, melainkan juga fase ketika ia menjalani hidup dengan berbagai pengalaman.
Album Em và 30 memuat 11 lagu. Untuk mendukung perilisan proyek ini, ia telah merilis empat video musik. Ia juga mengungkapkan bahwa sejumlah lagu direkam ketika dirinya berada dalam keraguan dan ketidakpastian, dan baru menemukan cara terbaik untuk mengekspresikannya setelah melewati fase tersebut. Menurutnya, usia 30 bukan angka yang “membosankan”, melainkan titik pertemuan antara sisa pancaran masa muda dan awal ketenangan masa dewasa.
Dalam proyek terbaru ini, Võ Lê Vy berkolaborasi dengan duo penulis lagu Thanh Nghiep dan Than Sao Mai. Ia menyampaikan bahwa mereka memiliki kesamaan dalam hal kebaikan dan ketelitian bermusik. Kolaborasi itu, menurutnya, tidak berangkat dari tujuan mengejar kesuksesan komersial, melainkan dari apresiasi bersama terhadap melodi yang sederhana namun mendalam.
Em và 30 menjadi album studio ketiga Võ Lê Vy setelah Doi Bo (2021) dan Vo Le Vy Hat Quoc Bao - Romances (2022). Ia menyebut perjalanan lima tahun tersebut turut mengubah cara berpikirnya. Dalam pernyataannya, ia mengakui mengalami kehilangan dan perpisahan yang membuat gelisah, ditambah gejolak sosial yang sempat menyeretnya pada kecemasan dan rasa tidak aman. Dari proses itu, ia mengatakan belajar menerima “fragmen” dalam dirinya.
Menanggapi anggapan bahwa kebebasan finansialnya dalam bermusik terkait dengan kekayaan, Võ Lê Vy menyatakan hal itu merupakan hasil dari pemahamannya tentang apa yang “cukup” untuk menjadi diri sendiri. Ia juga menyebut telah melewati tahun-tahun sulit yang tidak terlihat orang lain demi mempertahankan mimpi dalam jangka panjang.
Saat mengerjakan album ini, ia mengatakan tidak merasa tertekan soal pendapatan. Fokus utamanya, menurut dia, adalah mengatasi rasa tidak aman. Ia menambahkan bahwa dirinya memilih untuk tidak lagi bersaing, dan alih-alih berupaya menghindari tekanan dalam arus yang bising, ia memilih membangun “taman kecil” bagi dirinya dan orang-orang yang sepemikiran.