BERITA TERKINI
Video Musik Terbaru Tóc Tiên Tuai Pujian Visual, Namun Dikritik karena Adegan Intim dan Melodi yang Dinilai Klise

Video Musik Terbaru Tóc Tiên Tuai Pujian Visual, Namun Dikritik karena Adegan Intim dan Melodi yang Dinilai Klise

Video musik terbaru Tóc Tiên berjudul “Do You Still Love Me?” menarik perhatian besar sejak dirilis. Karya ini menuai respons beragam: dipuji karena pendekatan visual yang sinematik, namun juga memicu kontroversi terkait intensitas adegan romantis dan penilaian sebagian pendengar terhadap aspek musikalnya.

Dari sisi artistik, video musik “Người còn thương em không” mendapat banyak apresiasi, terutama dari penikmat musik konseptual. Disutradarai sutradara muda Nguyen Viet Anh, video ini menonjolkan bahasa sinema yang kuat melalui tata visual yang dirancang teliti.

Setting dibangun dalam bentuk rangkaian “rumah kaca kenangan” di studio, yang kemudian dipadukan dengan lanskap alam luas untuk menyambut matahari terbit di Hon Rom, Binh Thuan. Kontras antara rumah kaca yang memikat pada masa lalu dan kondisi yang tampak bobrok serta layu pada masa kini digunakan untuk menggambarkan psikologi seseorang yang baru keluar dari hubungan yang hancur.

Tim produksi juga menyisipkan sejumlah “Easter Eggs” yang menghubungkan karya ini dengan rilisan lama Tóc Tiên, seperti payung merah (Is There Anyone Who Loves Me Like You Do), cahaya surgawi (Doomsday), hingga mantel cokelat (You Are Not the Only One). Selain itu, simbol-simbol terfragmentasi—seperti pecahan cermin yang membentuk kata “cinta” atau kunci yang mengisi celah dalam kata “tersisa”—dinilai sebagai teknik pementasan yang canggih dan menghasilkan penutup yang terbuka namun menyentuh.

Untuk mencapai kualitas visual tersebut, Tóc Tiên dan pemeran utama pria Tran Ngoc Vang menjalani pra-produksi ketat. Keduanya mengikuti lokakarya untuk membangun psikologi karakter layaknya proyek film, sebelum menjalani pengambilan gambar selama empat hari berturut-turut.

Namun, di tengah pujian visual, video ini juga menerima kritik tajam dari sebagian audiens. Sorotan utama tertuju pada adegan romantis yang intens antara Tóc Tiên dan Tran Ngoc Vang, yang disebut berusia sembilan tahun lebih muda. Sejumlah komentar menilai frekuensi adegan ciuman sepanjang durasi video sekitar lima menit terasa tidak perlu dan mengganggu.

Sejumlah penonton menyatakan elemen yang dianggap “cabul” tersebut berisiko menutupi alur naratif serta pesan reflektif diri yang hendak disampaikan lagu. Kritik ini kemudian menjadi salah satu pemicu perdebatan di ruang publik terkait batas artistik dan kebutuhan dramatik dalam video musik.

Dari sisi musik, lagu ini dikembangkan dari ide puitis dalam kumpulan puisi Minh Dự berjudul “Kita Duduk dan Bercerita Tentang Luka di Hati Kita,” dan ditulis khusus untuk Tóc Tiên oleh komposer Huỳnh Văn. Meski demikian, sebagian pendengar menilai balada ini terasa klise, dengan melodi yang dianggap monoton serta kurang memiliki jembatan atau klimaks yang tajam. Perbandingan pun muncul dengan balada hit Tóc Tiên sebelumnya seperti “Em khong la duy nhat” dan “Co ai thuong em nhu anh.”

Menanggapi masukan publik, tim Tóc Tiên menyatakan bahwa sang penyanyi tidak menghadirkan alasan yang terlalu dramatis untuk comeback kali ini. Mereka menyebut pilihan balada dengan pendekatan yang lebih terkendali—dengan banyak momen hening—merupakan cara mengikuti emosi yang alami pada waktu yang tepat, setelah demo lagu disimpan selama tiga tahun. Lagu tersebut juga disebut sebagai bentuk terima kasih kepada penonton yang telah lama menunggu Tóc Tiên kembali menyanyikan balada.

Terkait adegan ciuman, Tóc Tiên tidak memberikan penjelasan lebih lanjut, sehingga penonton dibiarkan membentuk penilaian masing-masing. Terlepas dari pro dan kontra, karya ini dipandang menunjukkan keseriusan, ketelitian, serta keberanian Tóc Tiên untuk keluar dari zona nyaman, sekaligus membuka jalan bagi rangkaian proyek jangka panjang bernuansa feminin pada 2026.