JAKARTA — Nama Valen Akbar kembali menjadi perhatian publik usai penampilannya dinilai konsisten mengedepankan kualitas vokal tanpa bergantung pada gimmick visual. Finalis Dangdut Akademi Season 7 itu disebut mampu bertahan di tengah persaingan industri musik berkat teknik suara serta kekuatan emosi saat membawakan lagu.
Di tengah komentar warganet yang kerap menyinggung fisik dan warna kulitnya, Valen memilih tetap fokus pada peningkatan kualitas diri. Ia menilai karakter vokal dan kemampuan menyampaikan makna lagu sebagai modal utama untuk terus eksis di dunia hiburan Indonesia.
Valen dikenal memiliki warna suara berat dengan karakter kuat yang khas. Kemampuannya memainkan dinamika vokal pada setiap bait lagu membuat lirik terasa hidup dan lebih mudah diterima pendengar.
Selain itu, ia juga dinilai memiliki kemampuan menyalurkan berbagai emosi—mulai dari sedih, sakit, hingga gembira—melalui suara. Fleksibilitasnya membawakan beragam genre, seperti pop, rock, hingga dangdut, turut memperkuat posisinya sebagai solois dengan karakter vokal yang menonjol.
Pengakuan terhadap kualitas Valen juga datang dari seniman senior Soimah Pancawati. Soimah menilai kemampuan teknik serta pengolahan rasa saat bernyanyi yang dimiliki Valen tidak banyak dimiliki peserta lain.
“Apa yang disampaikan rasanya selalu sampai, dan kemampuan ini tidak dimiliki oleh peserta lain,” ujar Soimah.
Menurut Soimah, Valen bukan hanya piawai bernyanyi, tetapi juga memiliki kemampuan memainkan sejumlah alat musik, seperti keyboard, piano, keytar, hingga kelenang saat tampil di atas panggung.
“Valen ini punya banyak senjata, dan senjata utama Valen itu terletak pada kecerdasannya dalam mengolah dan menyampaikan lagu,” ungkapnya.
Soimah menilai fenomena ini menunjukkan kualitas seni dan karakter tetap menjadi faktor penting dalam industri musik yang semakin kompetitif. Di tengah tren visual dan popularitas instan, kemampuan vokal yang matang dinilai memiliki nilai lebih untuk jangka panjang.
“Bahwa bakat, kualitas seni, dan kepribadian jauh lebih penting dibanding sekadar penampilan fisik, karena karier yang kuat dibangun dari karakter yang otentik,” pungkas Soimah.

