BERITA TERKINI
Tran Thi Van Anh, Mahasiswi Bimbingan Seniman Berprestasi Lan Anh Raih Hadiah Khusus di Kompetisi Musik Kyushu 2026

Tran Thi Van Anh, Mahasiswi Bimbingan Seniman Berprestasi Lan Anh Raih Hadiah Khusus di Kompetisi Musik Kyushu 2026

Tran Thi Van Anh, kelahiran 2005 asal Nghi Xuan, provinsi Ha Tinh, mencatat pencapaian penting setelah meraih Hadiah Khusus pada Kompetisi Musik Kyushu 2026. Penghargaan itu disebut berada pada peringkat yang lebih tinggi daripada Medali Emas.

Van Anh mengatakan ia tumbuh di lingkungan yang kaya tradisi budaya. Sejak kecil, ia akrab dengan lagu-lagu rakyat seperti ca trù, ví giặm, serta melafalkan syair dari Kisah Kieu. Kedekatan dengan musik tradisi itu, menurutnya, menjadi bagian dari fondasi awal perjalanan bermusiknya.

Pada usia 18 tahun, Van Anh memenangkan Kontes Menyanyi Hanoi 2023. Ia sempat berpikir akan mendedikasikan diri pada musik rakyat, sebelum akhirnya memilih jalur yang berbeda dan lebih menantang: opera.

Peralihan itu, baginya, bukan sekadar perubahan genre, melainkan proses belajar ulang—mulai dari teknik pernapasan, penguasaan vokal, hingga cara menafsirkan karya. Van Anh menyebut fondasi teknis sebagai syarat penting untuk bisa berinovasi dan membangun gaya yang khas. Ia juga mengakui jalan yang ditempuh masih panjang dan berpotensi diwarnai kegagalan, namun ia menyatakan siap menghadapi tantangan.

Saat ini Van Anh tercatat sebagai mahasiswa tahun pertama jurusan Musik Vokal di Akademi Musik Nasional Vietnam. Ia dibimbing oleh Seniman Berprestasi Lan Anh.

Van Anh mengenang proses masuk akademi yang sempat tersendat. Di tengah pandemi Covid-19, ia mengikuti ujian masuk secara daring dan dinyatakan tidak lulus. Ketika hampir menyerah, ia menerima panggilan dari Seniman Berprestasi Lan Anh yang kala itu belum pernah ditemuinya secara langsung dan hanya melihatnya lewat klip video. Lan Anh kemudian membimbingnya mengajukan banding.

Van Anh mengingat ia menulis surat banding sambil menangis dan tidak berani berharap banyak. Namun setelah hasil diperiksa, ia mengaku memperoleh nilai tertinggi di seluruh ujian masuk.

Sejak itu, Lan Anh disebut mendampingi Van Anh, dari pelajaran teknik hingga strategi menghadapi kompetisi internasional. Dalam perjalanannya, Van Anh juga mendapat dukungan dari Dr. sekaligus pianis Tran Trang, serta dorongan profesional dari Profesor Madya Dr. Tan Nhan dan Dr. sekaligus penyanyi Thu Ha.

Di luar lingkungan pendidikan, Van Anh menuturkan keluarga menjadi penopang utama mimpinya. Ia menyebut dirinya sebagai orang pertama di keluarga yang menekuni seni. Ayahnya meninggal dunia ketika ia berusia empat tahun, dan kenangan tentang sang ayah tersisa melalui cerita serta sebuah foto.

Van Anh mengatakan ibunya, dua kakak laki-lakinya, dan kakek dari pihak ibu menjadi pilar dukungan yang kuat. Kakeknya disebut kerap mendengarkan rekaman nyanyiannya terlebih dahulu dan memberi kritik, jarang memuji. Van Anh mengingat pesan kakeknya bahwa jika ia bisa mendengarkan dengan baik, penonton akan menyukainya.

Ia juga menceritakan kondisi ekonomi keluarga yang pernah masuk kategori miskin dan kemudian hampir miskin. Meski begitu, ibunya disebut berupaya agar anak-anaknya tidak putus sekolah dan tetap terpenuhi kebutuhan dasar. Dua kakak laki-lakinya, menurut Van Anh, berhenti belajar setelah kelas 12, meminjam uang untuk bekerja di luar negeri, dan mengirimkan penghasilan agar ia bisa melanjutkan pendidikan.

Ibunya yang semula menentang pilihan Van Anh di bidang seni karena khawatir akan kesulitan hidup, pada akhirnya menjadi pendamping terdekat. Saat Van Anh berangkat ke Hanoi untuk belajar, ibunya ikut karena khawatir putrinya sendirian. Ia mengambil pekerjaan apa pun yang bisa dilakukan selama dapat mendukung impian musik anaknya. Ketika keadaan membaik, ibunya kembali ke kampung halaman, namun tetap memantau putrinya setiap hari.

Van Anh menegaskan kemenangan di Kompetisi Musik Kyushu 2026 bukan tujuan akhir, melainkan awal dari perjalanan yang lebih panjang. Ia mengaku masih muda dan belum cukup berpengalaman, namun berusaha sebaik mungkin setiap hari.

Selain aktivitas kompetisi dan studi, Van Anh juga merilis video musik debut yang ia dedikasikan untuk mendiang ayahnya. Ia menyampaikan bahwa lagu berjudul “Remembering Father” merupakan karya yang ia impikan dan ia tidak menyangka mendapat kesempatan menjadikannya video musik pertama dalam kariernya.