Trailer perdana musim pertama serial Harry Potter versi HBO akhirnya dirilis. Musim awal ini berjudul Harry Potter and the Philosopher’s Stone dan disebut akan lebih setia pada cerita tujuh buku karya JK Rowling.
Trailer yang diperkenalkan dalam konferensi pers di London pada Rabu (25/3) itu juga mengungkap jadwal tayang musim pertama, yakni pada Natal 2026.
Menurut laporan BBC, Harry Potter and the Philosopher’s Stone akan menjadi musim pertama yang mengadaptasi buku pertama Harry Potter. Video berdurasi sekitar dua menit tersebut memperkenalkan trio utama: Harry Potter (Dominic McLaughlin) yang berusia 11 tahun, Hermione Granger (Arabella Stanton), dan Ron Weasley (Alastair Stout). Ketiganya digambarkan bertemu pertama kali di kereta Hogwarts Express dalam perjalanan menuju tahun pertama mereka di sekolah sihir Hogwarts.
Sejumlah momen ikonik yang dikenal dari film arahan Chris Columbus (2001) juga kembali ditampilkan, termasuk pertemuan pertama Harry dengan Hagrid (Nick Frost), adegan Topi Seleksi yang menempatkannya di asrama Gryffindor, hingga gambaran pertandingan Quidditch pertamanya sebagai seeker Gryffindor.
Trailer turut membawa penonton kembali ke rumah keluarga Dursley, termasuk adegan Harry di kamar kecilnya di dalam lemari bawah tangga. Tampilan pertama Paman Vernon dan Bibi Petunia juga muncul, dengan dialog yang menegaskan kepada Harry bahwa tidak ada “hal istimewa” pada dirinya, tepat ketika surat Hogwarts datang.
Selanjutnya, terlihat Hagrid menemani Harry melintasi London menuju stasiun King’s Cross untuk menaiki Hogwarts Express. Meski platform sembilan tiga perempat tidak ditampilkan secara jelas, elemen khas dunia Harry Potter tetap hadir, seperti bekas luka berbentuk petir di dahi Harry, kacamata bulat, serta kilasan rambut merah saat Harry melihat keluarga Weasley dari jendela kereta.
Setibanya di Hogwarts, trailer menampilkan sejumlah karakter penting, termasuk Profesor Dumbledore, Severus Snape, Minerva McGonagall, Draco Malfoy, serta Ron dan Hermione. Detail seperti Topi Seleksi dan pembuat tongkat sihir Garrick Ollivander juga ditonjolkan, termasuk dialog Ollivander kepada Harry, “Mr. Potter, kukira kita akan melihat berbagai hal yang menakjubkan dari kamu.”
Penggemar juga dapat menangkap sejumlah detail lain, mulai dari seragam sekolah, sekilas ruang bersama, hingga para pemain Quidditch yang berjalan menuju lapangan bersalju dengan sapu di tangan.
Sejumlah perbedaan dari versi film
Trailer memperlihatkan bahwa banyak adegan ikonik tetap dekat dengan versi film yang lebih dulu dikenal penonton, seperti tampilan surat Hogwarts dengan tulisan hijau, kereta Hogwarts Express, hingga pertemuan awal Harry, Hermione, dan Ron di kereta—termasuk detail bahwa ada kotoran di hidung Ron saat pertama bertemu Harry. Beberapa lokasi familiar juga muncul, seperti ruang bersama Gryffindor dan rumah kaca Herbology di dalam kastil Hogwarts.
Namun, serial ini juga menampilkan sejumlah perbedaan. Pertama, judul yang digunakan adalah Harry Potter and the Philosopher’s Stone, bukan Sorcerer’s Stone seperti yang dipakai di Amerika Serikat untuk buku dan film pertama.
Trailer juga menampilkan sisi Harry di sekolah “muggle” sebelum berangkat ke Hogwarts, termasuk adegan konfrontasi dengan sepupunya, Dudley—bagian yang disebut belum pernah ditampilkan dalam film. Selain itu, perjalanan Harry bersama Hagrid menggunakan kereta bawah tanah London menjadi elemen baru. Adegan Quidditch pun tampak disajikan dengan visual berbeda, termasuk pembaruan pada seragam dan sapu.
Dari sisi kostum, perubahan yang paling menonjol terlihat pada keluarga Dursley. Sementara itu, detail seperti jubah Hagrid, kacamata setengah bulan milik Dumbledore, serta seragam Hogwarts disebut sangat mirip dengan versi film.
Deretan pemeran
Dominic McLaughlin, Arabella Stanton, dan Alastair Stout dipilih melalui proses pencarian panjang dan audisi terbuka bagi anak-anak Inggris usia sembilan hingga 11 tahun. Mereka direncanakan memerankan trio utama selama beberapa musim secara relatif real-time.
Untuk pemeran dewasa, serial ini menampilkan John Lithgow sebagai Albus Dumbledore, Janet McTeer sebagai Minerva McGonagall, dan Paapa Essiedu sebagai Severus Snape. Francesca Gardiner bertindak sebagai showrunner dan sebelumnya dikenal sebagai penulis Succession, serial produksi HBO.
Klaim lebih setia pada buku dan sorotan kontroversi
Serial Harry Potter diklaim akan menggali detail dari buku JK Rowling lebih dalam dibandingkan delapan film sebelumnya. JB Perrette, CEO dan presiden global streaming dan game di Warner Bros Discovery, menyebut proyek ini sebagai “serial streaming terbesar dalam sejarah HBO Max dan dunia”.
Daniel Radcliffe, pemeran Harry Potter dalam film, juga menjadi sorotan setelah mengatakan bahwa McLaughlin kemungkinan akan lebih cocok memerankan Harry dibanding dirinya saat berusia 12 tahun pada 2001. Radcliffe menyatakan ia mempelajari peran Harry seiring waktu dan menilai ulang penampilannya dengan lebih lapang dada ketika melihatnya kembali.
Di sisi lain, adaptasi ini juga menuai perhatian terkait pemilihan Paapa Essiedu—aktor kulit hitam—sebagai Snape yang sebelumnya diperankan Alan Rickman dalam film. Essiedu mengungkap bahwa ia menerima ancaman pembunuhan terkait peran tersebut dan mengatakan hal itu memengaruhinya secara emosional, meski ia menekankan pesan Harry Potter tentang cinta yang mengalahkan kebencian dan penerimaan.
Kontroversi juga masih mengiringi JK Rowling terkait pernyataannya soal transgender. Rowling terlibat dalam serial ini sebagai produser eksekutif. John Lithgow menyatakan dirinya “tersinggung” oleh kritik terhadap keterlibatan Rowling, dengan menyebut buku-buku Harry Potter “jelas-jelas berpihak pada kebaikan, menentang intoleransi dan fanatisme”.
Seluruh produksi serial ini diperkirakan memakan waktu hingga 10 tahun, dengan rencana mengadaptasi ketujuh buku karya Rowling ke dalam format serial. Dengan skala produksi tersebut, Warner Bros Studios di Leavesden dilaporkan mendapatkan izin untuk membangun sekolah sementara bagi para aktor anak agar mereka tetap bisa belajar selama proses syuting.

