Para tokoh utama di balik KPop Demon Hunters kembali ke Korea usai membawa pulang piala Oscar dan membagikan cerita di balik penghargaan tersebut. Untuk merayakan capaian itu, tim film menggelar konferensi pers pada 1 April 2026 di CGV Yongsan I'Park Mall, Yongsan-gu, Seoul.
Hadir dalam acara tersebut sutradara Maggie Kang dan Chris Appelhans, pencipta sekaligus penyanyi lagu “Golden” EJAE, serta tim pencipta lagu IDO yang terdiri dari Kwak Joong Gyu, Lee Yu Han, dan Nam Hee Dong. Mereka berbicara tentang pengalaman di malam Oscar dan penampilan yang ditampilkan di panggung penghargaan itu.
KPop Demon Hunters disebut sebagai konten Netflix pertama yang mencatat penayangan lebih dari 500 juta kali. Film animasi ini juga meraih sejumlah penghargaan lain, termasuk lagu terbaik di Grammy Awards, film animasi terbaik dan lagu tema terbaik di Golden Globe, serta film animasi terbaik dan lagu orisinal terbaik di Academy Awards.
Dalam pidato penerimaan Oscar, Maggie Kang menyampaikan dedikasinya untuk Korea dan orang-orang Korea di seluruh dunia. Ia mengatakan ingin membuat karya yang terasa “sangat Korea”. Kang juga menekankan bahwa meski tidak lahir dan besar di Korea, dirinya dan tim tetap merupakan bagian dari budaya Korea, dan perbedaan latar tumbuh kembang tidak mengurangi identitas mereka sebagai orang Korea.
Penampilan “Golden” pada malam Oscar turut menjadi sorotan karena menampilkan unsur budaya Korea. Pertunjukan itu melibatkan 24 penari dan pemusik latar. Para penari mengenakan hanbok dan membawakan tarian tradisional Korea, sementara para pemusik memainkan samullori, pertunjukan alat musik tradisional Korea.
Siaran langsung juga menangkap momen sejumlah bintang Hollywood memegang light stick sepanjang pertunjukan. Leonardo Dicaprio, Steven Spielberg, dan Emma Stone terlihat menggoyangkan light stick mereka di kamera.
EJAE mengungkapkan dirinya terus menangis saat gladi bersih dan merasa bangga bisa memperkenalkan musik tradisional Korea serta pansori di panggung besar. Ia juga menyebut tidak menyangka dapat melihat Leonardo Dicaprio menggoyangkan light stick di hadapannya, yang menurutnya menunjukkan kekuatan budaya Korea.
Di malam penghargaan itu, Lee Yu Han juga menceritakan pengalamannya ketika tidak dapat menyampaikan seluruh pidato karena musik mulai dimainkan sebagai tanda untuk turun dari panggung saat ia memegang mikrofon. Lee mengatakan ia ingin berterima kasih dan memberi selamat kepada keluarganya, serta kepada produser dan anggota The Black Label. Meski kecewa tidak bisa menyampaikan semuanya, ia menyebut momen tersebut tetap membahagiakan dan membanggakan.
Nam Hee Dong menambahkan bahwa ia merasa terhormat dapat naik ke panggung dan bertemu banyak aktor ternama pada kesempatan tersebut.
Dalam sesi tanya jawab, wartawan menanyakan proses pembuatan KPop Demon Hunters 2 yang telah diumumkan ke publik. Chris Appelhans menyatakan sekuel itu akan tetap menonjolkan unsur “ke-Korea-an”. Ia mengatakan budaya Korea merupakan jiwa film tersebut, sehingga tim ingin menghadirkan cerita baru dengan landasan budaya yang kuat, baik dari sisi karakter, alur, maupun mitos yang digunakan.
Maggie Kang menegaskan bahwa penggunaan budaya Korea menjadi faktor utama kesuksesan KPop Demon Hunters di tingkat global. Ia mengatakan ingin menghadirkan film yang menampilkan budaya Korea untuk masyarakat Korea, seraya menambahkan bahwa ia merasa film semacam itu dibutuhkan, baik oleh dirinya maupun oleh masyarakat Korea.

