The Midnight Darlings resmi memulai perjalanan musik mereka lewat single debut berjudul “Am I Loving You Alone?”. Proyek ini lahir dari pertemuan para personelnya yang memiliki ketertarikan serupa pada musik serta estetika sinematik.
Grup tersebut digawangi Jevin Julian pada keys, Vanesha Prescilla sebagai vokalis, dan Aldrienko Pakusadewo di posisi gitar. “Am I Loving You Alone?” menjadi pintu masuk pertama ke dunia musikal yang mereka bangun bersama.
Secara musikal, single ini menghadirkan ruang yang dreamy dan emosional, namun tetap terasa mentah sekaligus intim. Ceritanya berangkat dari sosok yang jatuh cinta begitu dalam hingga perlahan tenggelam dalam fantasi-fantasi kecil di kepalanya sendiri.
Lagu ini menyoroti pengalaman menjadi secret admirer: memendam rasa sendirian, membayangkan kehadiran seseorang dalam hidup, sampai pada kesadaran bahwa seluruh perasaan itu mungkin hanya tumbuh di dalam pikirannya.
“Kadang rasanya kayak cuma kita sendiri yang terlalu berharap punya band ini. Tapi di saat yang sama, gue percaya kalau memang sesuatu belum terjadi, mungkin memang belum waktunya aja. Semakin kita percaya dan membayangkan itu dengan baik, sooner or later it will happen. And here we are, The Midnight Darlings,” ungkap mereka.
Dari sisi musikal maupun visual, The Midnight Darlings menyebut banyak dipengaruhi nuansa rough yet dreamy yang lahir dari karya-karya mereka sendiri. Atmosfer sinematik, vintage, dan sentimental menjadi pondasi utama identitas band ini. Visual yang mereka bangun digambarkan seperti potongan kenangan lama—kabur, hangat, namun tetap menyimpan emosi kuat—dengan sentuhan aura khas band-band era 90-an hingga awal 2000-an.