BERITA TERKINI
Tegal Art Festival Dibuka, Dorong Penguatan Identitas Kultural Lewat Tema “Sanubahari”

Tegal Art Festival Dibuka, Dorong Penguatan Identitas Kultural Lewat Tema “Sanubahari”

Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono resmi membuka Pameran Seni Rupa Tegal Art Festival bertajuk “Sanubahari” di Gedung Lanal Kota Tegal, Sabtu (23/8) sore. Pameran ini digelar hingga Jumat (29/8) dan terbuka untuk umum pukul 10.00–21.00 WIB.

Pembukaan acara dihadiri Wakil Wali Kota Tegal Tazkiyyatul Muthmainnah, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Tegal, Ketua Dewan Kesenian Kota Tegal Suriali Andi Kustomo, serta seniman, budayawan, dan pecinta seni.

Peresmian Tegal Art Festival ditandai dengan kegiatan melukis dan cap jari di atas kanvas secara bergantian oleh Wali Kota Tegal, Wakil Wali Kota Tegal, Danlanal Tegal, serta Ketua Dewan Kesenian Kota Tegal.

Dedy Yon menilai seni memiliki peran penting bagi Kota Tegal. Menurutnya, seni tidak hanya memperkuat identitas kultural, tetapi juga membuka ruang kreatif yang berdampak pada perekonomian, khususnya bagi generasi muda, pelaku UMKM kreatif, hingga pariwisata daerah.

Ia menegaskan Pemerintah Kota Tegal berkomitmen mendukung berbagai inisiatif seni dan budaya agar Tegal tidak hanya dikenal sebagai kota perdagangan dan jasa, tetapi juga sebagai kota yang kaya kreativitas dan inovasi di masyarakat.

Terkait tema “Sanubahari”, Dedy Yon menyebut tema tersebut tepat karena menggambarkan semangat baru, denyut kehidupan, serta kesadaran kolektif untuk terus memperbarui diri tanpa melupakan akar budaya. Ia juga menekankan seni rupa bukan sekadar hiasan, melainkan napas yang menghidupkan ruang-ruang kota, membangun imajinasi, dan menggerakkan daya pikir masyarakat.

Sementara itu, Ketua Dewan Kesenian Kota Tegal Suriali Andi Kustomo mengatakan Tegal Art Festival merupakan salah satu acara utama Dewan Kesenian Tahun 2025, yang menggelar pameran lukisan bertema “Sanubahari”. Ia menyebut pemilihan lokasi di Mako Lanal dilakukan karena ada unsur bahari dalam tema tersebut.

Menurut Suriali, kegiatan ini melibatkan seniman muda dan senior dari Kota Tegal serta menjangkau wilayah Brebes hingga Pekalongan. Selain pameran lukisan, festival juga menampilkan seni tradisi seperti tari barong, dagelan tegalan, sintren, pemutaran film dokumenter, serta pemutaran film di lima lokasi di Kota Tegal.

Suriali berharap kegiatan ini dapat mendekatkan masyarakat dengan kesenian, tidak sekadar sebagai hiburan, tetapi juga mendorong Tegal menjadi kota yang lebih apresiatif terhadap seni.

Komandan Lanal Tegal Letkol Laut (P) Tato Taufiqurochman menambahkan Tegal Art Festival bukan hanya ajang pameran karya, melainkan ruang dialog, ekspresi, dan apresiasi terhadap kekayaan seni rupa yang berkembang di tengah masyarakat. Ia berharap festival ini menjadi sumber inspirasi, memperkuat jejaring antarpelaku seni, serta menumbuhkan semangat berkarya dan mencintai budaya lokal di tengah arus globalisasi.