BERITA TERKINI
Tarawih Berhadiah Rp300 Ribu di Sumenep Tarik Ribuan Jemaah hingga Meluber ke Jalan

Tarawih Berhadiah Rp300 Ribu di Sumenep Tarik Ribuan Jemaah hingga Meluber ke Jalan

SUMENEP — Fenomena salat tarawih yang disertai pembagian sedekah uang tunai kembali menyita perhatian publik di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, menjelang Ramadan 1447 Hijriah. Ribuan jemaah dilaporkan memadati Masjid Wakaf Abdullah di Kelurahan Kepanjin, Kecamatan Kota, hingga meluber ke halaman dan badan jalan di sekitarnya.

Keramaian ini dipicu tradisi tahunan pembagian amplop berisi uang tunai Rp300 ribu per orang. Sejumlah video yang beredar di media sosial memperlihatkan warga datang lebih awal dan mengamankan tempat sejak siang hari, membawa sajadah sendiri untuk digelar di area sekitar masjid.

Antusiasme tersebut memunculkan beragam komentar warganet. Sebagian menyamakan suasananya dengan antrean konser musik karena jemaah rela menunggu berjam-jam. Ada pula yang menilai kegiatan itu sebagai perpaduan antara semangat ibadah dan harapan memperoleh bantuan ekonomi di bulan Ramadan.

Di balik tradisi itu disebut ada sosok dermawan, Said Abdullah, politisi senior PDI Perjuangan yang juga menjabat Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI. Pembagian sedekah yang disebut sebagai zakat mal tersebut telah berlangsung bertahun-tahun, dengan amplop putih polos dibagikan kepada jemaah setelah salat tarawih selesai.

Menurut keterangan tim distribusi, sedekah diberikan kepada jemaah yang menuntaskan ibadah tarawih sebagai bentuk berbagi rezeki di bulan suci. Namun, respons masyarakat tidak sepenuhnya seragam.

Sejumlah pihak memuji tradisi itu sebagai cara yang dinilai mampu meningkatkan semangat beribadah, terutama bagi masyarakat yang membutuhkan. Di sisi lain, ada pula yang mempertanyakan motivasi utama kehadiran jemaah—apakah murni karena panggilan ibadah atau karena iming-iming amplop sedekah—sebagaimana terlihat dari komentar yang ramai di berbagai platform media sosial.

Fenomena ini menambah warna tersendiri dalam perayaan Ramadan di Sumenep sekaligus memicu perbincangan lebih luas mengenai bagaimana sedekah dapat memengaruhi tingkat kehadiran jemaah di masjid.