BERITA TERKINI
Strange Fruit Rilis EP "Drips", Satukan Eksperimentasi Musik Selama 11 Tahun

Strange Fruit Rilis EP "Drips", Satukan Eksperimentasi Musik Selama 11 Tahun

Grup musik Strange Fruit merilis mini album (EP) terbaru berjudul Drips. Dalam pernyataannya, Strange Fruit menegaskan EP ini bukanlah tonggak kebangkitan, melainkan momen berlabuh setelah proses panjang menemukan “ramuan ideal” untuk menyatukan berbagai keping eksperimen kosmische yang mereka jalani selama 11 tahun terakhir.

Perjalanan tersebut ditarik sejak perilisan EP Dolphin Leap di Leeds pada 2015. Strange Fruit meramu beragam pengaruh, mulai dari noise pop, impuls motorik krautrock, gravitasi ethereal shoegaze, baggy acid house, hingga electronic leftfield. Seluruhnya kemudian berpadu menjadi empat komposisi yang disebut heterogen, dipenuhi bebunyian aneh serta frekuensi yang menerabas sekat-sekat suara yang dinilai tidak bisa ditemui lewat musik berbasis gitar.

Menurut Strange Fruit, pembauran elemen elektronik menjadi terobosan artistik yang dioptimalkan melalui kombinasi instrumen mesin dan analog, terutama pada departemen drum. Penyintesis Irza Aryadiaz menyuplai kebutuhan ritme menggunakan perangkat robotik seperti drum machine TR-08 dan synthesizer semi modular Grandmother Moog.

Hasilnya terdengar pada single pertama, Iridescent, yang disebut menuntun gairah dansa lewat lantunan beat minimalis. Sementara ketika lapisan synthesizer mengarah ke nuansa ambient, vokalis Baldi Calvianca digambarkan menghadirkan “inkarnasi sakral”, bernyanyi seolah tenggelam dalam semesta kosmos yang manis sekaligus getir.

Di luar faktor musikal, Irza Aryadiaz mengakui pengaruh terbesar dalam album tersebut datang dari makanan Prancis dan bir Jerman. Kedua hal itu disebut diwujudkan lewat Pouvoir Moteur, lagu berketukan motorik yang melaju konstan.

Secara keseluruhan, Strange Fruit menempatkan stabilitas beat, synth pads, dan keys sebagai pijakan utama. Unsur motorik menjadi benang merah di setiap lagu, dengan sensasi repetitif yang bergulir tanpa celah jeda, digambarkan seakan melayang di jalan bebas hambatan.