BERITA TERKINI
Situs hoangvan.org Rilis Antarmuka V2, Perluas Akses Arsip Digital Komposer Hoang Van

Situs hoangvan.org Rilis Antarmuka V2, Perluas Akses Arsip Digital Komposer Hoang Van

Komposer Hoang Van dikenal sebagai salah satu tokoh penting dalam musik Vietnam pada abad ke-20. Sepanjang lebih dari setengah abad kariernya, ia menghasilkan karya lintas genre, mulai dari lagu-lagu seni, simfoni, musik kamar, musik film, balet, musik panggung, karya paduan suara, paduan suara besar, hingga oratorio.

Warisan musik Hoang Van disebut tidak hanya merefleksikan kehidupan sosial-budaya Vietnam dalam berbagai periode sejarah, tetapi juga berkontribusi bagi perkembangan musik Vietnam.

Setelah delapan tahun beroperasi, situs hoangvan.org—arsip digital yang mendokumentasikan kehidupan dan karier Hoang Van—meluncurkan versi antarmuka V2. Pembaruan ini mencakup peningkatan estetika, struktur, dan pengalaman pengguna. Situs tersebut dibangun dan diluncurkan oleh keluarga Hoang Van pada Mei 2018 dengan tujuan melestarikan, memperkenalkan, serta menyebarluaskan warisan musiknya kepada publik, baik di dalam maupun luar negeri.

Inisiatif ini disebut sebagai salah satu upaya perintis di Vietnam dalam membangun museum digital tentang seorang komposer, yang diarahkan untuk mendukung pelestarian dan penyebaran warisan musik di era teknologi.

Sejak versi pertama (V1), hoangvan.org telah mengumpulkan berbagai materi, termasuk lebih dari 700 karya musik, hampir 200 rekaman dari berbagai periode, serta partitur, manuskrip, gambar, dokumen penelitian, dan artikel. Situs ini juga terhubung dengan sistem video dan catatan terkait proses komposisi maupun pertunjukan melalui kanal YouTube resmi komposer.

Arsip tersebut turut disebut berperan dalam proses pengakuan warisan dokumenter Hoang Van oleh UNESCO di tingkat internasional, yang menegaskan nilai komposisinya bagi kehidupan budaya dan sejarah musik Vietnam serta dunia.

Selama beroperasi, situs ini mencatat lebih dari 1.000.000 kunjungan dan menarik perhatian khalayak luas, termasuk kalangan akademisi dan pecinta musik.

Versi V2 dikembangkan untuk meningkatkan pengalaman pengguna dan mengoptimalkan pengambilan sumber daya. Antarmuka baru ini mendukung beberapa bahasa, yakni Vietnam, Inggris, Prancis, Spanyol, dan Rusia, sehingga memperluas jangkauan internasional sekaligus mendukung kebutuhan penelitian dan pembelajaran bagi cendekiawan, mahasiswa, serta pecinta musik di berbagai negara.

Di versi terbaru, halaman beranda diperbarui dengan sejumlah efek visual untuk menghadirkan pengalaman yang lebih hidup dan intuitif. Selain itu, album dan kumpulan karya diatur ulang serta dikategorikan agar pengguna lebih mudah menelusuri lagu berdasarkan tema, genre, dan periode komposisi. Penataan ini memungkinkan publik mengakses keragaman gaya Hoang Van, dari lagu dan karya paduan suara hingga simfoni dan musik film.

Dr. Le Y Linh, putri Hoang Van, mengatakan keluarga menyadari sejak lama bahwa warisan musik sang komposer sangat beragam, termasuk partitur lengkap, manuskrip tulisan tangan, dan rekaman. Menurutnya, jika hanya disimpan dalam bentuk kertas atau kaset fisik, akses publik akan terbatas. Ia juga menyebut bahwa ketika Hoang Van masih hidup, ia menolak gagasan penulisan memoar atau pengumpulan materi, dan keluarga baru memulai setelah ia meninggal.

“Kami juga ingin membuat V1 dengan cepat untuk ‘mengungkap warisan tersebut,’ untuk memperingati 100 hari sejak kepergiannya. Kami menginginkan ruang digital di mana orang-orang dari Vietnam hingga komunitas internasional dapat menjelajahi dan mendengarkan musiknya secara langsung, sekaligus berfungsi untuk tujuan penelitian,” ujarnya. Ia menambahkan, versi baru diharapkan dapat menampilkan nilai warisan tersebut secara lebih utuh, termasuk membuka koneksi langsung ke kanal YouTube resmi komposer agar pengalaman pengguna lebih lancar.

Konduktor Le Phi Phi menyampaikan harapannya agar publik menjelajahi seluruh warisan musik Hoang Van melalui situs tersebut, mulai dari mendengarkan musik, menonton video, membaca artikel, hingga menelusuri album. Ia menilai format multimedia membuat warisan itu lebih hidup dan mudah diakses, sekaligus mendukung penelitian dan pendidikan musik.

Berawal sebagai proyek keluarga pada 2018, hoangvan.org kini diproyeksikan berkembang menjadi model museum musik digital di Vietnam. Proyek ini juga menegaskan gagasan bahwa warisan budaya perlu diorganisasi, dialami, dan disebarluaskan agar tetap hidup dalam konteks kehidupan kontemporer serta menjangkau audiens global.