Keluarga Vo Ngoc Phuong Nhi, siswi kelas 7 di Sekolah Dasar dan Menengah Vinshool Grand Park Cambridge, Kota Ho Chi Minh, tengah diliputi kebahagiaan setelah ia resmi diterima di babak final Kompetisi Piano Internasional Piara 2026. Babak final kompetisi tersebut dijadwalkan berlangsung di Jepang pada 27–31 Juli 2026.
Di balik capaian itu, Phuong Nhi menuturkan perjalanannya menekuni piano bermula dari keluarga. Ia menyebut ibu dan keluarganya sebagai inspirasi yang membawanya ke dunia piano. Sejak pertama kali menyentuh tuts, ia mengaku tertarik pada karakter suara piano yang menurutnya indah dan ekspresif.
“Saya menyukai piano karena suaranya sangat indah dan ekspresif. Piano membantu saya mengekspresikan emosi melalui musik, dan juga memberi saya kegembiraan dan relaksasi, jadi saya tetap menekuninya hingga sekarang,” kata Phuong Nhi. Seiring waktu, ia merasa piano tidak lagi sekadar pelajaran atau hobi, melainkan menjadi gairah yang ingin terus ia dalami.
Untuk menjaga perkembangan kemampuannya, Phuong Nhi berlatih piano sekitar 45 menit hingga 1 jam 30 menit setiap hari. Saat jadwal padat atau ketika merasa lelah, ia menyiasatinya dengan membagi sesi latihan menjadi beberapa bagian. “Saya akan membagi waktu, berlatih sekitar 15 menit setiap kali untuk mengurangi kelelahan dan stres,” ujarnya.
Menurut Phuong Nhi, tantangan terbesar dalam prosesnya adalah menjaga ketekunan serta mengatur waktu agar latihan harian tetap konsisten. Di sisi lain, ia juga berusaha mempertahankan prestasi akademik di sekolah. Ia baru saja menuntaskan tahun ajaran dengan predikat siswa berprestasi.
Ia menjelaskan cara membagi waktu antara sekolah dan musik dilakukan dengan memprioritaskan tugas akademik terlebih dahulu, lalu mengalokasikan waktu khusus untuk latihan piano setiap hari. Menurutnya, penjadwalan yang efisien membantu menjaga keseimbangan dan mendukung hasil yang baik di kedua bidang.
Bagi Phuong Nhi, kesempatan tampil di kompetisi internasional di Jepang menjadi pengalaman penting. Ia menyebut ajang tersebut sebagai ruang untuk menguji kemampuan, belajar dari peserta lain, sekaligus membangun kepercayaan diri dan memperkaya pengalaman.
Meski telah mencatatkan pencapaian di bidang piano, Phuong Nhi mengungkapkan cita-cita pribadinya di masa depan adalah menjadi penyanyi. Ia berharap dapat bermain piano sambil menyanyikan lagu-lagu favoritnya agar bisa membagikan musik kepada lebih banyak orang. Selain piano, ia juga menyebut memiliki minat dan bakat seni lain seperti menyanyi, menari, dan berakting.
Dalam salah satu penampilannya, Phuong Nhi membawakan karya “Tarian Boneka” dari komposer Rusia Dmitri Dmitrievich Shostakovich.
Guru pianonya, Nguyen Thuy Mai Thao, menilai Phuong Nhi memiliki kemampuan membaca musik yang baik, menguasai kunci treble dan bass, serta dapat mengidentifikasi tanda aksidental dengan akurat. Ia juga dinilai memiliki kemampuan membaca dan membedakan pola ritme yang kuat, teknik jari yang mantap, serta daya hafal yang cepat. Menurut sang guru, Phuong Nhi menunjukkan kedisiplinan dan sikap proaktif dalam berlatih di rumah.