Sheila On 7 merilis single terbaru berjudul Sederhana bertepatan dengan perayaan 30 tahun perjalanan karier mereka di industri musik Indonesia. Lagu ini dihadirkan bukan sekadar sebagai rilisan baru, melainkan memuat pesan tentang cara memandang hidup di tengah gaya hidup modern.
Vokalis Sheila On 7, Akhdiyat Duta Modjo, menjelaskan bahwa judul Sederhana berangkat dari keresahan para personel melihat fenomena sosial di sekitar mereka. Salah satu ide pokoknya muncul dari pengamatan bahwa banyak orang kesulitan menentukan prioritas hidup, terutama saat batas antara keinginan dan kebutuhan terasa semakin kabur.
“Banyak orang sekarang, anak-anak muda sekarang itu dia bias antara apa yang diinginkan dan apa yang dibutuhkan. Konsepnya dari situ,” ujar Duta saat ditemui di kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Rabu (6/5/2026).
Duta menuturkan, gagasan awal tersebut berkembang melalui diskusi internal band. Menurutnya, pemikiran itu mula-mula datang dari sang gitaris sekaligus penulis lagu utama, Eross Candra, lalu dibicarakan bersama Duta dan Adam Subarkah hingga menjadi lagu yang utuh.
Lebih jauh, Duta menekankan bahwa persoalan membedakan keinginan dan kebutuhan tidak hanya dialami generasi muda. Ia menyebut, masalah serupa juga bisa terjadi pada kelompok usia lain.
“Sebenarnya itu bukan problem anak muda saja ya, kayaknya orang tua yang seumur saya ataupun di atas saya pun juga ada yang masih kesulitan untuk menerjemahkan mana yang benar-benar itu hanya keinginan, mana yang benar-benar itu yang menjadi kebutuhan,” ungkapnya.
Dalam proses kreatifnya, Sheila On 7 menggarap lagu ini secara mandiri di Yogyakarta untuk memastikan pesan lirik tersampaikan dengan aransemen yang dinilai pas dan tidak berlebihan, sejalan dengan judulnya. “Sebenarnya lebih ke situ sih, bukan cuma masalah anak muda doang. Jadi lebih luas lagi, lebih kaya gitu ngobrolnya,” kata Duta.
Dari sisi produksi, Sederhana dikerjakan dengan pola yang sama seperti lagu Memori Baik dan dua karya mendatang lainnya. Proses produksi dilakukan di Jepang, sementara tahap rekaman hingga penyelarasan akhir, termasuk mixing dan mastering, diselesaikan di Yogyakarta.
Secara musikal, Sederhana juga menghadirkan nuansa berbeda karena memasukkan unsur rap. Lagu ini menjadi karya kedua Sheila On 7 yang menggunakan elemen tersebut setelah Pemuja Rahasia (2004). Beberapa frasa dalam lirik, seperti “ada ribuan hektar taman, satu bunga yang bisa aku berikan” dan “jutaan bintang, bahagia yang bisa aku tunjukkan”, menegaskan pesan tentang kesederhanaan dan ketulusan.
Sheila On 7 merilis Sederhana pada 6 Mei 2026 sebagai bagian dari rangkaian empat lagu baru mereka di era saat ini. Melalui lagu tersebut, band ini berharap pendengar dapat melakukan refleksi diri di tengah hiruk-pikuk kehidupan modern. “Jadi memang akhirnya kita membaur di situ untuk membuat ini jadi sebuah lagu yang utuh,” pungkas Duta.