BERITA TERKINI
Savyavasa Hadir di Dharmawangsa, Alokasikan Lebih dari 70% Lahan untuk Ruang Hijau dan Konsep Wellness

Savyavasa Hadir di Dharmawangsa, Alokasikan Lebih dari 70% Lahan untuk Ruang Hijau dan Konsep Wellness

Kawasan Dharmawangsa kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu lokasi hunian bernilai tinggi di Jakarta. Terbatasnya pasokan properti premium di area ini, di tengah permintaan yang tetap tinggi dari segmen menengah atas hingga investor, dinilai menjadi faktor utama yang menjaga daya tarik kawasan tersebut.

Di tengah kondisi itu, proyek hunian Savyavasa hadir sebagai apartemen mewah yang telah siap dihuni. Proyek ini merupakan kolaborasi PT Jakarta Setiabudi Internasional Tbk (JSI Group) dan Swire Properties, yang menggabungkan pengalaman pengembangan properti serta hospitality berstandar internasional.

Dharmawangsa memiliki latar historis sebagai bagian dari pengembangan Kebayoran Baru yang dirancang sejak 1948 dengan konsep garden city. Karakter kawasan yang menekankan ruang hijau, kepadatan rendah, dan kualitas hidup tinggi disebut menjadi faktor yang turut menjaga stabilitas nilai properti dalam jangka panjang.

Keterbatasan lahan juga dipandang sebagai penopang nilai investasi. Permintaan dari kalangan high-net-worth individuals, ekspatriat, diaspora Indonesia, hingga investor regional terus melampaui ketersediaan unit, sehingga kawasan ini dinilai relatif tahan terhadap fluktuasi pasar properti.

Chief Operating Officer JSI Group, Bram Van Hoof, menyatakan kondisi tersebut memperkuat posisi hunian premium yang telah rampung dibangun. Ia mengatakan Savyavasa menjadi satu-satunya hunian mewah yang telah selesai sepenuhnya di kawasan Kebayoran Baru dan mendedikasikan lebih dari 70% dari total lahan 2,8 hektare sebagai ruang terbuka hijau. Menurutnya, di tengah keterbatasan lahan baru, proyek ini menawarkan aset yang nilainya dapat terjaga dalam berbagai siklus ekonomi.

Selain lokasi, tren pengembangan hunian premium disebut semakin menitikberatkan pada kualitas hidup. Savyavasa mengusung konsep hunian berbasis wellness dan ruang hijau, dengan lebih dari 70% area dialokasikan untuk lanskap terbuka. Proyek ini juga dirancang untuk kebutuhan multi-generasi, dengan pilihan unit berukuran 131 hingga 264 meter persegi.

Dari sisi fasilitas, pengembang menghadirkan sarana penunjang seperti fasilitas olahraga, area rekreasi keluarga, serta ruang relaksasi seperti spa dan sauna. Konsep ramah hewan peliharaan dan integrasi teknologi smart home juga menjadi bagian dari pengembangan untuk menyesuaikan kebutuhan gaya hidup modern.

Aksesibilitas turut menjadi pertimbangan. Kawasan ini terhubung dengan sejumlah fasilitas, mulai dari sekolah internasional, pusat bisnis, layanan kesehatan, hingga jaringan transportasi seperti Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta dan akses menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Dari sisi regulasi, peluang kepemilikan properti oleh pembeli internasional disebut semakin terbuka seiring reformasi kebijakan yang memberikan kejelasan proses kepemilikan. Kondisi ini dinilai berpotensi memperluas basis investor di segmen properti premium.

Perwakilan pengembang, Ainsley Mann, menilai tren pasar menunjukkan pergeseran ke arah hunian siap huni dengan kualitas terjamin. Ia menyebut proyek yang telah sepenuhnya siap dihuni di kawasan seperti Dharmawangsa memiliki posisi kuat, baik sebagai tempat tinggal maupun aset jangka panjang.

Dalam aspek keberlanjutan, proyek ini telah meraih sertifikasi Green Mark Gold yang mencerminkan penerapan standar efisiensi energi dan pengelolaan lingkungan. Pencapaian tersebut dinilai sejalan dengan tren sektor properti, ketika faktor keberlanjutan semakin diperhitungkan dalam menentukan nilai hunian di masa depan.