Bertahan di industri musik yang terus berubah bukan perkara mudah. Gitaris sekaligus motor utama band Geisha, Roby Satria, menilai musisi kini perlu lebih dari sekadar bakat dan karya yang bagus untuk bisa bertahan dan berkembang.
Dalam sebuah workshop musik yang digelar baru-baru ini, Roby membagikan pengalamannya menapaki dua fase industri: era dominasi label besar hingga geliat musik independen. Pengalaman tersebut, menurutnya, membentuk cara pandang tentang kunci sukses musisi di era digital.
Roby menekankan bahwa musisi dituntut memiliki pola pikir strategis, terutama dalam melihat karya sebagai aset yang perlu dikelola. Ia menyebut industri musik bergerak cepat, sehingga kreativitas artistik harus berjalan beriringan dengan kemampuan membaca peluang.
“Industri musik terus berkembang dengan cepat. Kita tidak hanya dituntut untuk kreatif secara artistik, tetapi juga harus strategis dalam melihat peluang,” kata Roby saat ditemui di kawasan Blok M, Jakarta Selatan.
Roby juga menyoroti kesalahan yang kerap dilakukan musisi baru. Menurutnya, banyak yang hanya fokus pada proses kreatif pembuatan lagu, tanpa memikirkan langkah lanjutan seperti distribusi, promosi, hingga pengelolaan hak cipta.
Sebagai pimpinan GSI Records, Roby mengatakan ia berupaya menerapkan sistem yang lebih berkelanjutan. Ia menilai kesuksesan jangka panjang tidak bisa hanya mengandalkan satu lagu yang viral sesaat.
“Materi yang saya sampaikan menitikberatkan pada cara berpikir strategis. Kita harus menggeser cara pandang bahwa sukses itu hanya soal momentum,” ujarnya.

