BERITA TERKINI
Rekomendasi Playlist Lagu untuk Temani Perjalanan Mudik agar Tidak Bosan

Rekomendasi Playlist Lagu untuk Temani Perjalanan Mudik agar Tidak Bosan

Perjalanan mudik kerap terasa panjang dan melelahkan, terutama ketika kondisi jalan macet atau jarak tempuh jauh. Musik menjadi salah satu hiburan yang dapat membantu menjaga suasana hati di dalam kendaraan, mengusir kebosanan, sekaligus membuat perjalanan terasa lebih menyenangkan.

Agar pengalaman mendengarkan musik lebih optimal, ada sejumlah hal yang bisa diperhatikan saat menyusun playlist. Di antaranya memilih lagu yang mampu menjaga suasana tetap hidup, menyesuaikan tempo lagu dengan kebutuhan (lebih santai untuk suasana tenang), memvariasikan genre agar tidak monoton, serta memilih lirik bernuansa positif untuk membantu menjaga mood. Membuat playlist berdasarkan suasana juga dapat memudahkan penumpang memilih lagu yang sesuai sepanjang perjalanan.

Berikut sejumlah rekomendasi lagu yang bisa dijadikan referensi untuk menemani perjalanan mudik, mulai dari pop Indonesia, dangdut-koplo, hingga lagu nostalgia.

Rekomendasi lagu pop Indonesia

Genre pop Indonesia kerap dipilih untuk perjalanan karena mudah dinikmati dan cocok untuk suasana santai maupun penuh semangat. Daftar lagu yang bisa dipertimbangkan antara lain: Hati-Hati di Jalan (Tulus), C.H.R.I.S.Y.E. (Diskoria, Laleilmanino, Eva Celia), Kau Adalah (Isyana Sarasvati), Pandangan Pertama (RAN), Menghujam Jantungku (Tompi), Lebih Indah (Adera), Mata ke Hati (Hivi!), Could it Be (Raisa), Dia (Maliq & D'essentials), 1000 Tahun Lamanya (Tulus), Harus Bahagia (Yura Yunita), Cincin (Hindia), Santai (NonaRia), Bitterlove (Ardhito Pramono), Setapak Sriwedari (Maliq & D'Essentials), Pulang (Float), Penjaga Hati (Nadhif Basalamah), Bertaut (Nadin Amizah), Komang (Raim Laode), Sempurna (Andra & The Backbone), Tanpa Cinta (Tiara Andini), Di Atas Awan (Nidji), Untuk Perempuan yang Sedang dalam Pelukan (Payung Teduh), Kemesraan (Iwan Fals), Cinta dan Rahasia (Glenn Fredly dan Yura Yunita), Bila Nanti (Gigi), Pulang (Kerispatih), Hanya Rindu (Andmesh Kamaleng), Tentang Rindu (Virzha), serta Aku dan Kamu (The Changcuters).

Rekomendasi lagu dangdut dan koplo

Bagi sebagian pemudik, dangdut dan koplo menjadi pilihan untuk menjaga energi tetap tinggi. Irama yang enerjik dinilai dapat menghidupkan suasana, terutama ketika dinikmati bersama-sama di dalam mobil. Beberapa lagu yang disebut antara lain: Malam Minggu (Titi Kamal), Dilema (Lesti Kejora), Secangkir Kopi (Jhonny Iskandar), Goyang Dumang (Cita-Citata), Birunya Cinta (Mansyur S ft. Evi Masamba), Goyang Gemoy (Boiyen), Los Dol (Denny Caknan), Sugeng Dalu (Denny Caknan), Tunggal Eka (Denny Caknan), Sinarengan (Denny Caknan), Ropang (Denny Caknan feat NDX A.K.A), Mendung Tanpo Udan (Ndarboy Genk), Rungkad (Happy Asmara), Sayang (Via Vallen), serta Lagi Syantik, Bara Bere, dan Brondong Tua (Siti Badriah).

Rekomendasi lagu nostalgia pop lawas Indonesia

Lagu-lagu lama juga kerap dipilih untuk mengisi perjalanan, terutama saat menghadapi kemacetan panjang. Selain menghadirkan nuansa nostalgia, lirik yang sederhana dan mudah diingat membuatnya cocok dinyanyikan bersama keluarga atau teman. Beberapa pilihan lagu yang tercantum antara lain: Sebuah Kisah Klasik (Sheila On 7), Remaja (Hivi!), Ingatlah Hari Ini (Project Pop), Dahulu (The Groove), Oh Kasih (Shanty), Terus Melangkah (Peterpan), Melompat Lebih Tinggi (Sheila On 7), Dewi (Dewa 19), Pertama (Reza Artamevia), Sesaat Kau Hadir (Utha Likumahuwa), Terlalu Manis (Slank), Rahasia Hati (Nidji), Cantik (Kahitna), Berharap Tak Berpisah (Reza Artamevia), I Will Fly (Ten2Five), Soulmate (Kahitna), Siapkah Kau 'Tuk Jatuh Cinta Lagi (Hivi!), Kesempurnaan Cinta (Rizky Febian), Pilihanku (Maliq & D'essentials), Kamulah Satu-Satunya (Dewa 19), Air & Api (Naif), Yogyakarta (Kla Project), Mungkin Nanti (Peterpan), Kisah Kasih di Sekolah (Chrisye), Dan (Sheila On 7), Kangen (Dewa 19), Cerita Cinta (Kahitna), Jogja Istimewa (KLA Project), Pesawat Tempurku (Iwan Fals), Jalan-Jalan Santai (Koes Plus), Dengar Alam Bernyanyi (Laleilmanino), Mahameru (Dewa 19), Sahabat Kecil (Ipang), Yang Penting Hepi (Jamal Mirdad), Zamrud Khatulistiwa (Chrisye), serta Kita Bisa (Project Pop).

Rekomendasi lagu untuk perjalanan bersama keluarga

Mudik identik dengan kebersamaan, sehingga lagu easy listening kerap dipilih untuk menciptakan suasana harmonis. Daftar lagu yang disebut antara lain: I Love You 3000 (Stephanie Poetri), Separuh Aku (Noah), Asal Kau Bahagia (Armada), Cinta Sejati (Bunga Citra Lestari), Selalu Ada di Nadimu (Prince Poetiray & Quinn Salman), Laskar Pelangi (Nidji), Mengejar Matahari (Ari Lasso), Ya Sudahlah (Bondan Prakoso), Semangat Baru (Ello), Di Atas Awan (Nidji), C.H.R.I.S.Y.E (Diskoria, Laleilmanino, Eva Celia), Zona Nyaman (Fourtwnty), Remaja (Hivi!), Setapak Sriwedari (MALIQ & D'Essentials), Jogja Lantai 2 (Fanny Soegi), Hati-Hati di Jalan (Tulus), Untuk Perempuan yang Sedang dalam Pelukan (Payung Teduh), Jadilah Legenda (Superman Is Dead), Mobil Balap (Naif), Dekat di Hati (RAN), serta Magic (Lyla).

Tips mengatasi kantuk selama perjalanan

Selain hiburan, keselamatan tetap menjadi prioritas utama. Rasa kantuk saat berkendara dinilai berbahaya karena dapat memicu kecelakaan. Beberapa langkah yang disebut untuk mengurangi kantuk antara lain memastikan tidur cukup sebelum berangkat, melakukan power nap 15–30 menit bila diperlukan, mengonsumsi minuman berkafein dengan batas wajar (efek biasanya terasa sekitar 30 menit), menepi dan tidur singkat 15–20 menit saat kantuk tidak tertahankan, serta melakukan peregangan ringan dan berjalan sekitar 10 menit.

Pengemudi juga dapat mengajak bicara penumpang lain, menyetel musik atau bernyanyi bersama, menghindari makanan tinggi lemak jenuh, membuka sedikit kaca jendela untuk sirkulasi udara, memakai obat tetes mata bila mata terasa kering, serta menghindari obat-obatan yang memicu kantuk dan alkohol. Menyesuaikan waktu berkendara agar tidak bertepatan dengan jam istirahat rutin juga disarankan.

Pilih tempo lagu yang membantu konsentrasi

Untuk menjaga fokus saat mengemudi, musik bertempo sedang atau moderato disebut lebih ideal, dengan kisaran 60–80 ketukan per menit (bpm). Irama seperti ini dinilai dapat menjaga detak jantung tetap stabil dan memberi stimulasi yang cukup tanpa mengganggu konsentrasi. Sejumlah lagu yang dicontohkan dalam kategori ini antara lain: I Love You 3000 (Stephanie Poetri), Santai (NonaRia), Bitterlove (Ardhito Pramono), Setapak Sriwedari (Maliq & D'Essentials), Pulang (Float), Penjaga Hati (Nadhif Basalamah), Bertaut (Nadin Amizah), Yogyakarta (Kla Project), Komang (Raim Laode), Sempurna (Andra & The Backbone), Tanpa Cinta (Tiara Andini), serta Untuk Perempuan yang Sedang dalam Pelukan (Payung Teduh).