BERITA TERKINI
Proyek Musik “Vietnam is so beautiful” Angkat Budaya Daerah Lewat Perpaduan Tradisi dan Kontemporer

Proyek Musik “Vietnam is so beautiful” Angkat Budaya Daerah Lewat Perpaduan Tradisi dan Kontemporer

Komposer dan musisi Luu Minh Quang Ngoc (nama asli Le Minh Trung) meluncurkan proyek musik jangka panjang bertajuk Vietnam is so beautiful, yang menyoroti budaya dan kehidupan masyarakat di berbagai wilayah Vietnam melalui lagu dan video musik. Proyek ini menarik perhatian publik pada akhir Maret 2026, seiring penayangan perdana bagian pertamanya di Gia Lai.

Luu Minh Quang Ngoc lahir pada 1987 di distrik Quy Nhon Bac dan lulus dari Konservatorium Musik Kota Ho Chi Minh pada 2014. Namanya pernah mencuri perhatian pada Kontes Lagu Vietnam 2011 lewat karya “Vietnam Girl” yang dibawakan penyanyi Phuong Vy. Lagu tersebut meraih penghargaan Penata Musik Terbaik, Penampilan Vokal Terbaik, serta Lagu Paling Mengesankan berdasarkan voting penonton.

Quang Ngoc mulai menggubah musik pada 2008, namun berhenti secara tak terduga pada 2015. Ia kemudian menjalani hampir 10 tahun menekuni jalur karier lain. Menurut kisahnya, periode tersebut penuh tantangan sekaligus memperkaya pengalaman hidup dan pengetahuan. Titik balik terjadi pada 2023, saat ia kembali ke Binh Dinh untuk mendukung proyek mantan gurunya. Dari sana, gairah bermusiknya kembali tumbuh.

Dalam rentang 2023–2025, Quang Ngoc kembali fokus menulis lagu sambil memulai proyek Vietnam is so beautiful. Selama tiga tahun ia berkeliling Vietnam Utara, Tengah, dan Selatan untuk memproduksi video musik. Ia bahkan menjual tempat tinggalnya demi menutupi biaya mengejar karier musik.

Proyek debut ini dirancang dalam tujuh bagian yang merepresentasikan tujuh wilayah budaya di seluruh negeri. Setiap bagian disebut menjadi potongan geografis, ruang budaya, dan kisah manusia, yang diungkapkan melalui suara Quang Ngoc bersama sejumlah kolaborator, antara lain Bach Lan, Phuong Nhung, Hai Yen, Tanh Linh, Hai Hau, dan Chi Kien.

Quang Ngoc menyebut proyeknya berupaya mengeksplorasi serta menafsir ulang materi musik rakyat, lalu memadukannya dengan gaya kontemporer tanpa melepaskan nilai tradisional. Ia mencontohkan penggunaan ragam tradisi seperti nyanyian Xoan dan Then dari wilayah pegunungan utara; Quan Ho, Cheo, dan Xam dari Delta Utara; Vi, Ho, dan Hue di wilayah Tengah Utara; serta unsur seni dari wilayah Tengah, termasuk Tuong, Bai Choi, dan musik gong di pesisir Tengah Selatan dan Dataran Tinggi Tengah, hingga lagu-lagu kuno dan Ho dari Selatan. Semua unsur itu, menurutnya, ditempatkan dalam “bahasa” musik yang baru.

Bagian pertama proyek ini mengusung tema “Angin Hutan Raya Bertiup Melalui Tanah Seni Bela Diri” dan diputar perdana pada malam 29 Maret di Gia Lai. Bagian ini memuat lima video musik: “Pulang ke Rumah”, “Tanah Airku Binh Dinh”, “Angin Hutan Raya Bertiup Melalui Tanah Seni Bela Diri”, “Keindahan Gia Lai”, dan “Datang ke Gia Lai”. Karya-karya tersebut menampilkan perpaduan musik modern dengan unsur tradisional seperti teater tradisional, nyanyian rakyat, dan musik gong, untuk membangun ruang artistik yang terasa akrab sekaligus baru.

Bagian pertama sebagian besar dibuat di kampung halaman penulis. Kolaborasi dengan seniman Bach Lan disebut memberi kontribusi pada penguatan nuansa ekspresif proyek tersebut untuk karya-karya berikutnya. Bach Lan mengaku terlibat dalam dua video musik, salah satunya “Angin Berhembus Melalui Tanah Seni Bela Diri” yang sangat dipengaruhi opera tradisional Vietnam, sementara “Keindahan Gia Lai” kuat dipengaruhi nyanyian rakyat. Ia menyampaikan harapannya agar melalui musik, ia dapat ikut menyebarkan keindahan opera tradisional dan nyanyian rakyat kepada masyarakat.

Letnan Kolonel sekaligus musisi Duong Quang Viet, Asisten Artistik di Teater Musik dan Tari Angkatan Darat serta mentor Quang Ngoc, menilai produksi bagian pertama dikerjakan dengan teliti dan detail, dengan visual yang indah serta lirik yang kaya pesan. Ia juga menyatakan bahwa setelah menonton, ia merasa memperoleh pemahaman yang lebih dalam tentang tanah dan masyarakat Binh Dinh–Gia Lai sebagai wilayah yang kaya budaya dan identitas.

Bagi Quang Ngoc, proyek ini merupakan pilihan untuk kembali ke akar. Ia mengaitkan masa kecilnya dengan sebuah radio kecil yang memperdengarkan melodi drama tradisional, lagu-lagu rakyat, dan musik rakyat sederhana—pengalaman yang, menurutnya, membentuk kepribadian dan memengaruhi musiknya di kemudian hari. Ia menegaskan proyek ini masih panjang, dan berharap dapat berkontribusi melestarikan serta menyebarkan identitas tanah air dan karakter tiap daerah kepada publik.