Sejumlah program seni di ruang publik Hanoi menunjukkan arah baru pengembangan budaya kota, dengan mendorong seni menjadi sumber daya endogen. Inisiatif ini juga disebut berkontribusi pada realisasi Resolusi No. 80-NQ/TW dari Politbiro serta Program Aksi No. 08-CTr/TU yang baru-baru ini dikeluarkan oleh Komite Tetap Komite Partai Kota Hanoi.
Akhir pekan lalu, Gedung Segi Delapan di Jalan Le Thach (Kelurahan Hoan Kiem, Hanoi) disulap menjadi panggung konser langsung bertajuk “Hanoi Damai”. Pertunjukan yang digelar gratis itu—disutradarai oleh Komite Rakyat Hanoi dan diselenggarakan oleh Departemen Kebudayaan dan Olahraga Hanoi—ditujukan untuk menghadirkan akses seni yang lebih mudah bagi warga maupun wisatawan. Dari ruang auditorium teater, karya-karya musik dibawakan hingga menjangkau ribuan penonton di area warisan yang berada di pusat ibu kota.
Konser “Hanoi Damai” menonjol lewat struktur emosional yang berlapis. Pertunjukan dibuka dengan melodi yang menggugah, menggambarkan Hanoi yang tangguh dan kaya tradisi. Penonton kemudian diajak memasuki suasana nostalgia melalui lagu-lagu liris tentang ibu kota, yang membangkitkan bayangan Kota Tua, Danau Hoan Kiem, hingga musim gugur Hanoi. Pada bagian berikutnya, ruang musik diperluas dengan lagu-lagu cinta Vietnam dan internasional, membangun jembatan antarbudaya antara tradisi dan modernitas.
Lebih dari 100 seniman terlibat dalam paduan suara, band, dan kelompok tari, menghadirkan pertunjukan berskala besar. Pemain biola Anh Tú tampil sebagai co-direktur sekaligus direktur musik dan disebut menjadi pengarah utama alur emosi penonton. Sejumlah nama seperti diva Mỹ Linh, penyanyi Đinh Mạnh Ninh, dan rocker Đỗ Hoàng Hiệp turut tampil dengan karakter masing-masing.
Salah satu momen puncak terjadi di bagian akhir ketika seluruh Gedung Segi Delapan serentak mematikan lampu sebagai bentuk dukungan terhadap Earth Hour. Dalam suasana itu, ribuan penonton ikut bernyanyi lagu-lagu tentang Hanoi. Musik pun menjadi sarana penyampai pesan kesadaran lingkungan sekaligus aspirasi perdamaian.
Di luar konser tersebut, aktivitas musik lain juga rutin digelar di ruang terbuka Gedung Segi Delapan dan perlahan membentuk titik temu budaya yang akrab. Salah satunya program “Musik Akhir Pekan” yang diadakan rutin pada Minggu sore dan menarik warga lokal serta wisatawan. Melodi tentang Hanoi dengan aransemen jazz, jazz Vietnam, serta karya klasik internasional dipentaskan oleh Seniman Berjasa Quyen Van Minh bersama para seniman dari Klub Jazz Binh Minh.
Program lain, “Musik Komunitas”, digelar setiap Minggu malam dan menawarkan kombinasi pertunjukan sirkus, musik tradisional, musik Barat, serta musik kontemporer. Setiap pertunjukan menghadirkan warna berbeda dan ditujukan untuk memperkaya kehidupan spiritual masyarakat.
Seniman Rakyat Tan Minh, Direktur Teater Musik dan Tari Thang Long yang terlibat dalam koordinasi program di Gedung Segi Delapan, menyatakan kegiatan tersebut dijalankan sesuai arahan kota untuk mengembangkan kehidupan budaya di kawasan Danau Hoan Kiem. Menurutnya, pertunjukan rutin membantu seni menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari sekaligus meningkatkan daya tarik ruang pusat ibu kota.
Dukungan juga datang dari para pelaku seni. Mỹ Linh menilai upaya menghidupkan kembali pertunjukan komunitas di sekitar Danau Hoan Kiem sebagai gagasan bermakna karena memperluas akses warga dan wisatawan terhadap suasana artistik. Ia berharap para seniman dapat menghadirkan lebih banyak program berkualitas agar setiap akhir pekan Hanoi menjadi tempat pertemuan budaya yang menarik. Sementara itu, Đinh Mạnh Ninh menyebut keterlibatan dalam program musik komunitas sebagai kesempatan untuk menghadirkan nilai positif bagi masyarakat, sekaligus memperdalam hubungan antara seni dan kehidupan.
Pemilihan kawasan Danau Hoan Kiem—ruang yang mempertemukan nilai sejarah dan budaya ibu kota—diarahkan untuk menjembatani warisan dengan kehidupan kontemporer. Melalui musik, pendekatan terhadap warisan diperbarui sehingga nilai-nilai budaya tradisional dapat terus hadir dan menyebar dalam konteks modern.
Dengan tradisi budaya yang panjang dan energi kota kreatif, Hanoi secara bertahap menegaskan perannya dalam menjadikan budaya dan masyarakat sebagai fondasi serta sumber daya endogen bagi pembangunan. Program seni komunitas di ruang publik pun dipandang ikut mendampingi, memelihara, dan membentuk wajah budaya baru bagi ibu kota.

