BERITA TERKINI
Polemik DJ di Depan Masjid Agung Palembang saat Uji Coba CFD, Sultan Mahmud Badaruddin IV Minta Permintaan Maaf

Polemik DJ di Depan Masjid Agung Palembang saat Uji Coba CFD, Sultan Mahmud Badaruddin IV Minta Permintaan Maaf

Kegiatan Car Free Day (CFD) di Jalan Sudirman, Palembang, menuai polemik setelah muncul aksi pemutaran musik Disc Jockey (DJ) tepat di depan Masjid Agung Palembang. Aktivitas tersebut dinilai berlebihan dan memicu kritik dari Sultan Mahmud Badaruddin IV, Raden Muhammad Fauwaz Diradja.

“Kami sangat menyayangkan perbuatan yang tidak bertanggung jawab dengan menyetel musik DJ di depan Masjid Agung Palembang,” kata Raden Muhammad Fauwaz Diradja, Selasa (5/5/2026).

Menurut Fauwaz, lokasi pemutaran musik berada di area yang memiliki nilai religius dan historis bagi masyarakat Palembang. Ia menyebut titik tersebut berada persis di depan Masjid Agung Palembang serta di jalur menuju Jembatan Ampera.

“Ini jelas tidak tepat dan telah menodai simbol agama serta warisan budaya Palembang Darussalam,” ujarnya.

Fauwaz menilai kawasan sekitar masjid bersifat sakral karena menjadi tempat ibadah sekaligus simbol identitas budaya dan nilai-nilai Islam di Kota Palembang. Ia juga menyatakan kegiatan hiburan seperti DJ seharusnya dilakukan di lokasi lain yang lebih representatif.

Ia meminta pihak terkait menyampaikan permintaan maaf kepada warga Palembang. “Harus ada permohonan maaf kepada warga Palembang, sehingga ke depan semua pihak harus saling menghargai dan menjunjung tinggi nilai moral serta etika dalam setiap kegiatan,” katanya.

Aksi DJ tersebut menjadi perhatian publik setelah videonya beredar luas di media sosial. Peristiwa itu terjadi saat uji coba CFD pada Minggu, 3 Mei 2026. Selain memicu kritik karena pemutaran musik di kawasan Masjid Agung, pelaksanaan uji coba CFD juga disorot sebagian masyarakat karena penutupan jalan di pusat kota yang disebut menyebabkan kemacetan.

Video aksi tersebut beredar cepat, termasuk yang diunggah oleh DJ melalui akun Instagram pribadinya @Marfaks. Dalam rekaman yang beredar, sejumlah orang tampak berjoget mengikuti irama musik.

Sejumlah warganet turut menyampaikan kritik di kolom komentar. Akun @m.wendiriansyah menulis, “ditutup buat remixan, masyarakat dibuat pening nyari jalan.” Sementara akun @Ita_alamsyah menilai, “Dak suai pulo dj dekat masjid,” dan akun @Dalittr juga turut mengomentari kejadian tersebut.