Selera musik di ruang ganti Manchester United menjadi bahan cerita tersendiri jelang laga tandang melawan Sunderland akhir pekan ini. Gelandang MU, Casemiro, mengungkapkan bahwa playlist yang kerap diputar bek kanan Diogo Dalot tidak selalu disukai semua pemain.
Dalam wawancara dengan media penggemar United We Stand, Casemiro mengatakan Dalot menjadi sosok yang paling sering mengatur musik di ruang ganti. Menurutnya, Dalot banyak memutar musik Brasil seperti pagode dan funk, namun genre tersebut tidak selalu sesuai dengan seleranya.
“Orang yang paling sering mengatur musik itu selalu Diogo. Dia banyak memutar musik Brasil seperti pagode dan funk. Kadang saya juga kurang suka,” ujar Casemiro.
Pemain berusia 34 tahun itu menilai bukan hanya dirinya yang kurang menikmati pilihan musik tersebut. Ia menyebut sebagian besar pemain Manchester United, terutama para pemain Inggris, juga tidak terlalu menyukai irama khas Brasil yang diputar Dalot.
Saat ditanya apakah pemain lokal Inggris menyukai musik tersebut, Casemiro menjawab singkat. “Tidak, tidak, tidak! Mustahil,” katanya sambil tertawa.
Casemiro kemudian menyebut reggaeton sebagai pilihan yang menurutnya lebih mudah diterima di ruang ganti karena dianggap bisa dinikmati lebih banyak pemain. “Semua orang biasanya suka reggaeton, jadi suasananya lebih nyaman. Tapi kalau musik Brasil di ruang ganti, sepertinya tidak banyak yang suka,” lanjutnya.
Di sisi lain, Dalot sebelumnya juga pernah bercerita mengenai perannya sebagai “DJ” dadakan di ruang ganti. Pemain yang direkrut Manchester United dari Porto pada 2018 itu mengatakan musik sudah menjadi bagian penting dalam hidupnya sejak kecil.
“Saya sangat suka berbagai jenis musik dan banyak gaya berbeda. Saya merasa bisa memutar lagu yang cocok untuk semua orang di ruang ganti,” ujar Dalot.
Meski demikian, Dalot mengakui tidak semua rekan setim menikmati playlist pilihannya. Ia menyebut ada pemain yang memilih menggunakan headphone sendiri saat menuju pertandingan.