BERITA TERKINI
Philharmonie de Paris Angkat Musik Gim Video lewat Pameran Imersif hingga November 2026

Philharmonie de Paris Angkat Musik Gim Video lewat Pameran Imersif hingga November 2026

La Philharmonie de Paris akan menggelar pameran bertajuk Video Games & Music – La musique dont vous êtes le héros pada 2 April hingga 1 November 2026. Pameran ini menempatkan musik gim video sebagai fokus utama, dengan konsep perjalanan imersif dan interaktif yang menelusuri perkembangan musik latar gim dari era awal hingga produksi berskala besar.

Dalam lintasan yang membentang dari bunyi elektronik minimalis Pong (1972) hingga partitur orkestra seperti pada Final Fantasy, pengunjung diajak melihat bagaimana musik dan efek suara ikut membentuk sejarah sekaligus perubahan medium gim video. Sejumlah judul populer seperti Super Mario, Zelda, Pac-Man, dan Sonic turut hadir sebagai bagian dari narasi evolusi tersebut.

Pameran ini memadukan konsol-konsol lawas, arsip, alat musik, visual, serta instalasi audiovisual untuk menyoroti peran musik sebagai elemen krusial dalam pengalaman bermain. Melodi dari beberapa generasi gim—mulai dari bunyi 8-bit hingga komposisi yang lebih kompleks—ditampilkan sebagai penanda memori kolektif para pemain.

Bagian awal pameran menempatkan pengunjung pada konteks sejarah: dari laboratorium tahun 1960-an hingga ruang arcade pertama pada 1970-an. Keterbatasan teknologi pada masa awal memaksa pendekatan minimalis, namun dari situ lahir estetika yang kemudian identik dengan dunia 8-bit dan budaya arcade.

Seiring kemajuan teknologi, khususnya hadirnya CD-ROM pada pertengahan 1990-an, musik dalam gim berkembang lebih jauh. Pameran ini menampilkan bagaimana rekaman orkestra serta pengaruh elektronik, rock, jazz, hingga musik urban memperluas kemungkinan kreatif musik gim video (VGM). Nama-nama komposer seperti Kōji Kondō (Super Mario, Zelda), Nobuo Uematsu (Final Fantasy), dan Masato Nakamura (Sonic) disebut sebagai tokoh yang ikut membentuk lanskap bunyi yang dikenali penggemar gim di berbagai negara.

Salah satu karakter yang ditekankan adalah sifat interaktif musik gim: pemain dapat memengaruhi irama, intensitas, bahkan susunan musik melalui tindakan di dalam permainan. Dalam kerangka ini, kode komputer dipahami sebagai partitur yang hidup, di mana perubahan aksi menghadirkan perubahan lanskap suara.

Pameran juga dirancang untuk menjangkau pengunjung dengan latar minat yang beragam—dari penggemar arcade tahun 1980-an hingga mereka yang akrab dengan gim tari seperti Just Dance. Sejumlah perangkat dan instalasi, termasuk sensor gerak serta permainan musik kolaboratif, dihadirkan untuk mendorong pengalaman menikmati musik melalui tubuh dan pendengaran.

Selain menelusuri sejarah internal musik gim, pameran ini turut menampilkan keterhubungan bahasa gim dengan musik kontemporer. Sejumlah nama seperti Jean-Michel Jarre, Nine Inch Nails, Radiohead, dan Wu-Tang Clan disebut untuk menggambarkan bagaimana estetika video game merembes ke ranah musik global. Ruang yang didedikasikan untuk demoscene dan chiptune juga disiapkan untuk memperluas pembacaan estetika 8-bit dalam konteks retro sekaligus futuristik.

Secara tata pamer, acara ini dibagi menjadi lima “bioma” scenografi yang dirancang oleh La Sagna & Racine, bekerja sama dengan seniman Mounir Ayache dan tim desain grafis E+K. Struktur ini terinspirasi dari cara gim membangun dunia, sehingga pengunjung dapat menjelajah ruang demi ruang dengan suasana visual dan audio yang berbeda.

Di sepanjang jalur pameran, tersedia total 29 gim yang dapat dimainkan. Daftarnya mencakup judul-judul seperti Simon (1978), Guitar Hero, Dance Dance Revolution, PaRappa the Rapper, The Legend of Zelda: Ocarina of Time, hingga Just Dance. Melalui pilihan ini, pameran menonjolkan dimensi fisik dan kolektif musik dalam gim, disertai karya seni asli, konsol bersejarah, dokumentasi budaya arcade, serta karya dari seniman seperti Invader dan eBoy.

Pameran ini disusun dengan kolaborasi musikolog Fanny Rebillard dan jurnalis gim digital Jean Zeid. Narasi yang dibangun menegaskan posisi musik gim sebagai bagian dari warisan budaya masa kini, sejalan dengan berkembangnya konser orkestra, album khusus, remix, hingga kolaborasi lintas genre. Salah satu contoh yang disebut adalah penampilan Daft Punk di Fortnite, yang ditampilkan sebagai penanda meluasnya jangkauan musik gim melampaui fungsi latar permainan.

Sejumlah agenda pendukung juga dijadwalkan pada Juni 2026, di antaranya forum terbuka untuk publik, konser Assassin’s Creed Symphonic Adventure, pertunjukan orkestra yang menampilkan Final Fantasy, Night of Chiptunes, serta pengalaman keluarga bertajuk Just Dance. Selain itu, penyelenggara menyiapkan katalog khusus yang terkait dengan pameran.

Dari sisi akses, pameran berada di lantai dasar dan disebut ramah bagi penyandang disabilitas. Nuansa ruang dibuat cenderung redup, tanpa pencahayaan yang menyilaukan dan tanpa warna yang terlalu mencolok, dengan atmosfer retro yang dibangun melalui pencahayaan tertentu. Pengunjung juga dapat menemukan lorong-lorong dan detail tersembunyi yang mengarahkan ke ruang lain, sekaligus memperkenalkan dunia gim dan musik yang berbeda.