BERITA TERKINI
Pertunjukan “Musik Sampah” di Taman Kelayan Angkat Isu Pengelolaan Limbah Kota Banjarmasin

Pertunjukan “Musik Sampah” di Taman Kelayan Angkat Isu Pengelolaan Limbah Kota Banjarmasin

Banjarmasin—Kawasan Taman Kelayan, Kelurahan Kelayan Barat, Banjarmasin Selatan, dipadati ratusan warga pada Sabtu malam, 9 Mei 2026, dalam gelaran seni bertajuk “Musik Sampah”. Sejumlah pertunjukan ditampilkan untuk menghibur sekaligus mengajak masyarakat menaruh perhatian pada persoalan sampah di Kota Banjarmasin.

Kegiatan tersebut merupakan program yang digelar oleh penerima manfaat dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia. Tema sampah diangkat sebagai respons atas isu penanganan sampah di Banjarmasin.

Penerima Dana Indonesiana, Muh. Arqam, menyebut tema itu muncul setelah timnya tiba di Banjarmasin pada 2025, bertepatan dengan penutupan TPA Basirih. “Saat pertama kali kami tiba di Banjarmasin pada 2025 lalu, bertepatan dengan penutupan TPA Basirih. Hal inilah yang mendorong kami mengusung tema sampah,” ujarnya dalam sambutan.

Arqam juga menyampaikan rencana menjadikan Kelurahan Kelayan Barat sebagai wadah pengembangan program berikutnya. Ia berharap reaktivasi kawasan ini dapat berdampak positif bagi ekonomi dan kreativitas warga sekitar. “Bisa jadi Kelayan Barat nanti menjadi desa budaya percontohan. Ini kado kecil kami untuk ulang tahun Kota Banjarmasin yang ke-500,” ucapnya.

Wali Kota Banjarmasin, H.M. Yamin HR, mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan tersebut. Menurutnya, pertunjukan ini dapat menjadi sarana edukasi untuk menanamkan budaya peduli lingkungan. “Semoga ini benar-benar bisa menjadi pilot project di Kota Banjarmasin, sekaligus menjadi salah satu upaya kita dalam penanganan masalah sampah,” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Yamin menyampaikan pemerintah kota masih berupaya memenuhi satu poin tersisa dari total 22 poin sanksi terhadap TPA Basirih. Ia menekankan pentingnya partisipasi masyarakat dalam memilah sampah dari sumbernya. “Jadi, ingat tetap harus pilah sampah dari rumah. Ini semua untuk kemajuan Kota Banjarmasin kita tercinta,” ujarnya.

Gelaran “Musik Sampah” berlangsung sejak 8 hingga 10 Mei 2026. Acara menampilkan instalasi musik, eksplorasi bunyi, serta pertunjukan seni yang melibatkan anak-anak dan komunitas lokal. Kegiatan ini diharapkan dapat rutin digelar sebagai hiburan sekaligus edukasi lingkungan bagi masyarakat.