Sosok penyanyi virtual buatan kecerdasan buatan (AI) di Rumania mendadak meraih popularitas setelah terinspirasi dari puisi yang mengangkat komunitas Roma. Kemunculan figur virtual ini dengan cepat menjadi perbincangan dan menarik perhatian publik.
Namun, kesuksesan tersebut juga memicu gelombang kritik. Sejumlah pengkritik menilai para penciptanya memonetisasi penderitaan kelompok marjinal tanpa melibatkan komunitas Roma dalam prosesnya.
Perdebatan pun mengemuka, terutama terkait batas etis penggunaan inspirasi dari pengalaman kelompok rentan dalam karya berbasis AI, serta soal representasi dan keterlibatan pihak yang menjadi rujukan.

