BERITA TERKINI
Pengamat: Tren Wellness di Media Sosial Punya Sisi Edukasi dan Pencitraan

Pengamat: Tren Wellness di Media Sosial Punya Sisi Edukasi dan Pencitraan

Sibolga—Tren gaya hidup sehat atau wellness lifestyle kian berkembang di era modern. Mulai dari kelas yoga eksklusif, terapi healing, hingga pola makan berbasis plant based diet, berbagai praktik tersebut semakin sering dipromosikan luas melalui media sosial.

Pengamat sosial Arlan Parulian menilai tren wellness memiliki dua sisi yang tidak terpisahkan, terutama ketika dikaitkan dengan upaya membangun citra “sehat” di ruang publik digital. Hal itu ia sampaikan dalam program acara Sore Ceria, Pro 2 RRI Sibolga, Rabu, 15 April 2026.

Menurut Arlan, meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan mental dan fisik merupakan perkembangan positif. Namun, ia menyoroti peran media sosial yang dapat mendorong sebagian orang merasa perlu menampilkan citra sehat.

Ia menjelaskan, fenomena tersebut berkaitan dengan budaya visual dan kebutuhan akan validasi digital. Aktivitas seperti lari pagi atau konsumsi makanan organik kerap dibagikan bukan semata untuk menginspirasi, tetapi juga untuk membangun citra diri.

“Ini biasanya kita sebut perubahan status, ya karena kebutuhan dan pencitraan jadi gak jauh beda pemahamannya,” kata Arlan. Meski demikian, ia menilai kebiasaan membagikan aktivitas wellness juga dapat menjadi peluang edukasi bagi orang lain.

Arlan mencontohkan unggahan rutinitas pagi yang tampak ideal, seperti bangun pagi, minum jus hijau, lalu meditasi di ruang minimalis. Menurutnya, gambaran semacam itu berpotensi menciptakan standar yang tidak realistis, karena setiap orang memiliki kondisi dan situasi yang berbeda.