Kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan holistik dinilai terus meningkat. Pemahaman tentang wellness disebut menjadi kunci untuk membangun gaya hidup yang lebih berkualitas di tengah berbagai perubahan.
Hal itu disampaikan pengamat sosial Arlan Parulian dalam program acara Sore Ceria, Pro 2 RRI Sibolga, Rabu, 15 April 2026. Menurut Arlan, esensi wellness terletak pada kesadaran diri, karena masih banyak orang yang lebih berfokus pada pengobatan saat sakit dibanding pencegahan dan perawatan diri secara berkelanjutan.
“Wellness itu bukan sakit saja, seseorang mampu mengelola stress, menjaga pola makan, tidur cukup, dan tetap punya pikiran yang positif itu termasuk wellness,” ujar Arlan. Ia menekankan, keseimbangan menjadi fondasi utama dalam konsep tersebut.
Arlan menjelaskan, aktivitas fisik yang rutin perlu dilakukan secara teratur, disertai asupan nutrisi seimbang dan waktu istirahat yang cukup. Ia mengingatkan bahwa tubuh memiliki batas kemampuan, sehingga memaksakan diri tanpa mempertimbangkan kondisi dapat berdampak panjang.
“Tubuh kan ada batasnya, ada waktu maksa diri sendiri tapi gak lihat situasi, jadi dampaknya pun panjang dan wellness itu membuat kita peka pada sinyal tubuh,” jelasnya.
Selain manfaat fisik, Arlan menilai kegiatan sederhana seperti meditasi atau meluangkan waktu untuk hobi dapat membantu menjaga kestabilan emosi. Menurutnya, kondisi mental yang sehat turut memengaruhi cara seseorang mengambil keputusan, berinteraksi dengan orang lain, hingga menjaga produktivitas.
“Pikiran yang sehat berpengaruh juga saat kita mengambil keputusan, berinteraksi dengan orang lain, bahkan aktivitas produktif kita,” tambahnya.
Dalam konteks dunia kerja, penerapan prinsip wellness disebut dapat meningkatkan kinerja dan loyalitas karyawan. Arlan menilai perusahaan atau instansi yang peduli pada kesejahteraan pegawai cenderung memiliki lingkungan kerja yang lebih positif.
Di akhir pernyataannya, Arlan berharap masyarakat memahami wellness secara menyeluruh agar setiap individu dapat membangun kualitas hidup yang lebih baik dan berkelanjutan. Ia menegaskan wellness bukan sekadar tren, melainkan kebutuhan agar pikiran dan tubuh tetap searah.