Programa 4 RRI Yogyakarta kembali menghadirkan siaran Irama Budaya Lokal pada Sabtu, 9 Mei 2026. Mengangkat tema “Alat Musik Tradisional di Daerah Istimewa Yogyakarta”, program ini mengajak masyarakat mengenal ragam instrumen tradisional yang menjadi bagian dari warisan budaya daerah.
Siaran yang dipandu Gilang Sutowiyoso berlangsung pukul 13.00–14.00 WIB melalui Programa 4 RRI Yogyakarta. Selama siaran, pendengar terlihat antusias mengikuti pembahasan dan aktif mengirimkan pesan ke studio.
Salah satu pendengar, Tupar dari Kulon Progo, membagikan pengalamannya terkait kentongan. Ia menjelaskan kentongan yang dimainkan lebih dari satu dapat mengiringi orang bernyanyi, serta dapat dipadukan dengan gendang atau kendang dan gong. “Dulu saya ikut grup seni itu, bagus,” ujarnya.
Sejumlah pendengar lain, di antaranya Wigati, Saginem, Ninik, serta Mbah Mulyo dari Nogotirto, menyebut gamelan sebagai alat musik tradisional khas Yogyakarta. Wigati yang menghubungi dari Wonosobo menambahkan, alat musik tradisional di Yogyakarta antara lain gamelan Jawa, suling, dan rebana. Sementara itu, Sarmiatun turut menyebut suling sebagai salah satu alat musik tradisional yang masih dikenal masyarakat.
Dalam perbincangan tersebut, gamelan disebut sebagai alat musik tradisional Indonesia yang dimainkan dengan cara dipukul dan menjadi bagian penting dalam kesenian tradisional Jawa.
Pendengar lain, Nini Tiwuk, menyampaikan bahwa gamelan, krumpyung, dan gejog lesung termasuk alat musik tradisional yang masih dilestarikan. Ia menyebut krumpyung kerap dimainkan bersama gejog lesung dalam pertunjukan seni tradisional.
KMT Prajanalahusada turut menambahkan kentongan dan lesung kayu sebagai alat musik tradisional yang dikenal masyarakat. Lesung kayu dijelaskan sebagai alat tradisional berbentuk wadah panjang yang terbuat dari kayu keras.
Widya Ningsih menguraikan beberapa instrumen dalam perangkat gamelan Jawa, seperti kendang, bonang, gender, slenthem, gambang, angklung, saron, demung, dan gong. Demung disebut sebagai salah satu instrumen penting dalam perangkat gamelan.
Dari Gunungkidul, Fery menyebut siter, kendang, dan gong sebagai alat musik tradisional yang masih sering dimainkan. Sementara itu, Wening menjelaskan gejog lesung yang ada di lingkungannya, termasuk bahan pembuatannya dari kayu jati dan pohon nangka. Menurutnya, alat tersebut kerap dimainkan untuk menghormati tamu yang datang, dengan nada yang dapat tinggi maupun rendah bergantung pada ritme dan jenis lagu.
Wening juga menambahkan bahwa alat musik seperti angklung, kendang, dan gong dapat menghasilkan variasi suara dengan irama yang berbeda-beda.
Melalui program siaran budaya lokal ini, RRI Yogyakarta mengajak masyarakat terus mengenal, memahami, dan melestarikan alat musik tradisional sebagai bagian dari identitas budaya daerah. Musik tradisional disebut sebagai warisan budaya yang hidup di tengah masyarakat dan memiliki ciri khas di setiap daerah.