BERITA TERKINI
Pemain Viola Nguyen Nguyet Thu Bermain Musik dari Ranjang IGD Saat Jalani Perawatan Jantung

Pemain Viola Nguyen Nguyet Thu Bermain Musik dari Ranjang IGD Saat Jalani Perawatan Jantung

Pemain viola internasional Nguyen Nguyet Thu menunda sejumlah proyek pribadinya setelah menjalani perawatan akibat kondisi jantung yang rumit. Di tengah pemulihan, ia tetap memainkan musik dari ranjang ruang gawat darurat sebagai bentuk dukungan moral bagi tenaga medis dan pasien lain.

Nguyet Thu dirawat di rumah sakit pada 24 Maret setelah mengalami kelelahan berkepanjangan, edema, dan sesak napas. Ia semula mengira keluhan tersebut berkaitan dengan diabetes sehingga tidak segera mencari bantuan medis. Setelah menjalani pemeriksaan khusus di Rumah Sakit Bach Mai, dokter mendiagnosisnya mengalami efusi pleura dan gagal jantung akut, kondisi yang disebut dapat mengancam nyawa sewaktu-waktu.

Meski baru menjalani prosedur medis dan masih dalam kondisi lemah, Nguyet Thu memilih memainkan alat musiknya sebagai “hadiah spiritual” untuk dokter, perawat, dan pasien lain yang sedang menjalani situasi serupa di Unit Gawat Darurat A9.

Aksi bermusik di lingkungan rumah sakit bukan hal baru baginya. Selama bertahun-tahun, ia menjadikan kegiatan tersebut sebagai bagian dari misi pribadi. Nguyet Thu merupakan pendiri proyek musik komunitas “Where Love Begins”, sebuah program terapi musik bagi pasien dan staf medis. Program ini mulai diujicobakan di Rumah Sakit Bach Mai sejak 2024, dengan menghadirkan musik langsung ke bangsal dan koridor untuk membantu memperbaiki suasana hati serta mengurangi stres pada situasi yang kerap menegangkan.

Menurut kisahnya, gagasan itu berawal dari sebuah janji yang ia buat 22 tahun lalu saat mendampingi ibunya menjalani pengobatan leukemia di Rumah Sakit Bach Mai. Ia mengaku terkesan pada dedikasi tenaga medis dan penderitaan pasien, lalu bertekad kembali suatu hari untuk menyampaikan rasa terima kasih melalui kemampuan bermusiknya. Ia juga meyakini musik tidak hanya menenangkan secara psikologis, tetapi dapat memberi efek menenteramkan pada beberapa keluhan fisik.

Dalam perjalanannya, ia rutin membawa musik ke berbagai ruang perawatan di Rumah Sakit Bach Mai dan Rumah Sakit Onkologi Hanoi. Pada 18 Maret, beberapa hari sebelum ia sendiri jatuh sakit, Nguyet Thu juga menyumbangkan sebuah piano kepada Rumah Sakit Bach Mai, dengan harapan instrumen itu dapat menjadi “obat spiritual” bagi dokter dan pasien.

Di Departemen Perawatan Paliatif Rumah Sakit Kanker Hanoi, permainan pianonya disebut telah lama hadir dalam perayaan ulang tahun dan sesi terapi bagi pasien kanker stadium akhir. Di ruang perawatan yang biasanya dipenuhi suara mesin dan aroma disinfektan, musik violanya menjadi penguat psikologis yang membantu sebagian orang menjaga keseimbangan emosi.

Selama menjalani rawat inap kali ini, ia merasakan pergeseran peran dari penampil menjadi pasien yang dirawat karena gagal jantung. Bagi Nguyet Thu, memainkan musik di ruang gawat darurat kini bukan sekadar ungkapan terima kasih atas perawatan dan dukungan tenaga kesehatan serta pekerja sosial, tetapi juga pesan optimisme bagi pasien lain. Ia ingin menunjukkan bahwa bahkan di situasi tersulit, musik dan sikap optimistis dapat membantu orang menemukan kekuatan untuk bertahan.

Mengenai rencana ke depan, Nguyet Thu mengatakan proyek “Where Love Begins” menargetkan dua pertunjukan per minggu di lobi Gedung Vietnam–Jepang, Rumah Sakit Bach Mai. Di Rumah Sakit Onkologi Hanoi, kegiatan perayaan ulang tahun dan sesi terapi bagi pasien juga akan dilanjutkan secara rutin. Ia juga menyebut rencana menggelar program musik “Save the World” untuk menyebarkan semangat musik bagi perdamaian, serta meluncurkan kanal musik daring guna menggalang dana bagi pasien dalam situasi darurat. Ia berharap kondisi kesehatannya segera stabil agar rencana tersebut dapat berjalan lancar.